KAB. BEKASI, || Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Tahun 2026 di Kabupaten Bekasi resmi memasuki tahap Computer Assisted Test (CAT) pertama setelah proses pendaftaran ditutup. Tahap ini menjadi standar nasional untuk menjamin mutu petugas haji yang akan mendampingi jamaah di Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bekasi, Mulyono Hilman Hakim, menegaskan bahwa petugas haji harus memiliki kompetensi lengkap, mulai dari pengetahuan teknis hingga kesiapan mental dan fisik. Pelayanan haji menurutnya membutuhkan dedikasi penuh.
“Petugas haji tidak cukup hanya unggul secara kognitif. Mereka harus siap lahir dan batin untuk mengemban amanah dalam melayani jamaah,” ujarnya di Kantor Kemenhaj Kabupaten Bekasi, Senin (8/12/2025).
Tahun ini, total pendaftar seleksi PPIH mencapai 209 orang, terdiri dari 52 pendaftar PPIH Kloter dan 157 pendaftar PPIH Arab Saudi. Setelah verifikasi administrasi, sebanyak 83 peserta dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti CAT tahap pertama.
Pelaksanaan ujian sempat terkendala gangguan server yang menyebabkan empat peserta tidak dapat menyelesaikan ujian tepat waktu. Kendala serupa terjadi secara nasional, dan pusat telah memberikan kesempatan ujian susulan bagi peserta terdampak.
Seleksi PPIH 2026 membuka dua formasi utama, yaitu PPIH Kloter yang bertugas mendampingi jamaah sejak daerah hingga kembali ke Tanah Air, serta PPIH Arab Saudi yang bertugas mengelola layanan akomodasi, transportasi, dan konsumsi di Arab Saudi.
Jumlah peminat untuk kedua formasi hampir berimbang, yakni 40 peserta untuk PPIH Kloter dan 43 peserta untuk PPIH Arab Saudi. Karena kuota terbatas, banyak peserta mencoba mendaftar untuk dua formasi sekaligus.
Tahap seleksi berikutnya juga akan menggunakan sistem CAT dan dijadwalkan berlangsung pada 11 Desember 2025. Seleksi PPIH Kabupaten Bekasi terbuka untuk masyarakat umum maupun ASN yang ingin berkontribusi dalam peningkatan pelayanan haji tahun 2026.
(Dede Bustomi)






