Pencegahan dan Jaga Tata Kelolah Air, Wawali Serena Francis Pimpin Penghijauan DAS Liliba Melalui Kolaborasi Strategis

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Pemerintah Kota Kupang menunjukkan komitmen seriusnya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mitigasi bencana dengan menggelar aksi penanaman pohon di Daerah Aliran Sungai (DAS) Liliba, RT/RW 006/003, Kelurahan Liliba. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (5/12) ini merupakan kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota Kupang dan Yayasan PLAN International Indonesia (PLAN Indonesia).

Bacaan Lainnya

Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, hadir langsung memimpin aksi ini. Ia menegaskan bahwa inisiatif penanaman pohon di kawasan DAS adalah langkah krusial dalam mengelola tata kelola air dan mencegah potensi bencana longsor di masa depan.

“Ini merupakan kolaborasi yang sangat luar biasa tentang bagaimana kita bisa bersama-sama mengelola tata kelola air dan mencegah longsor ke depannya. Penanaman 300 pohon di DAS Liliba adalah wujud nyata komitmen kita bersama PLAN Indonesia agar pengelolaan air dan perlindungan lingkungan berjalan optimal,” ujar Wakil Wali Kota Serena C. Francis.

Aksi penghijauan ini melibatkan penanaman 300 pohon dan menjadi bagian penting dari implementasi Program CERAH (Cerdas Kelola Air dan Lahan untuk Keberlanjutan) yang diusung oleh PLAN Indonesia. DAS Liliba ditetapkan sebagai pilot project yang diharapkan menjadi model keberhasilan penghijauan dan pengelolaan DAS terpadu, yang dapat direplikasi di kawasan lain di Kota Kupang.

Wakil Wali Kota Serena C. Francis secara khusus menyampaikan apresiasi kepada masyarakat sekitar, terutama para “mama-mama dan ibu-ibu” warga Kota Kupang, yang telah terlibat aktif. Keterlibatan masyarakat dinilai sebagai kunci keberhasilan program jangka panjang.

**Sinergi Dan Kolaborasi Lanjutan

Untuk menjamin keberlanjutan, Pemerintah Kota Kupang bersama PLAN Indonesia berkomitmen melakukan pemantauan terukur.

“Mama-mama semua, ibu-ibu warga Kota Kupang, kita akan terus menjaga dan selalu melakukan monitoring dan evaluasi ke depannya. Kita libatkan pemerintah dan warga sekitar agar terus menjaga apa yang sudah dibangun saat ini. Mari terus kita jaga Kota Kupang tercinta,” tutupnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai pihak yang menunjukkan dukungan penuh terhadap isu lingkungan, termasuk Dr. Ade Suharso, Hut., M.Si. (Kepala Bidang Wilayah III Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusra), Samuel Absalom Niap (Area Program Manager Yayasan PLAN International Indonesia), Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Plt. Kepala Bappeda Kota Kupang, para Camat dan Lurah 14 kelurahan, perwakilan dari BPBD, PUPR, Perumda Air Minum, Politani, Poltekes Sanitasi, Forum DAS Provinsi NTT, Forum PRB Sinode GMIT, Forum PRB Provinsi NTT, Mahasiswa Fakultas Kehutanan Undana, serta warga sekitar DAS Liliba.

PLAN Indonesia menyampaikan bahwa keberhasilan penanaman 300 pohon ini tidak lepas dari sinergi antara Tim 11 bersama berbagai mitra yang memiliki kepedulian pada isu sumber daya air. Mereka menegaskan bahwa keberlanjutan program menjadi prioritas utama.

Karena itu, setelah penanaman selesai, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan mitra diharapkan mengambil peran aktif dalam pemeliharaan hingga tahun kedua, mencakup penyiraman rutin, pemanfaatan teknologi, serta monitoring dan evaluasi berkala guna menilai efektivitas intervensi di lapangan. Pendekatan kolektif ini diharapkan menjadikan DAS Liliba sebagai contoh nyata perubahan lingkungan yang berkelanjutan.

(Desy/Advettorial).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *