SUMBA BARAT DAYA NTT, || Dandim 1629/SBD Letkol Inf Deny Ahdiani Amir memandu kegiatan Coffee Bareng bersama sejumlah wartawan di ruang Kodim 1629/SBD, Jumat (5/12/2025). Dalam pertemuan tersebut, Dandim menekankan pentingnya publikasi berita berbasis fakta, akurat, dan dilakukan melalui koordinasi yang baik dengan pihak terkait.
Dandim juga memaparkan mengenai alokasi pembangunan gedung Koperasi Merah Putih se-NTT yang mencapai total 80.000 ubin, di mana khusus wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya tercatat sebanyak 96 titik pembangunan. Kerja sama dengan TNI dilakukan untuk memperketat pengawasan dan memastikan efektivitas pelaksanaan pembangunan di lapangan.
Ia menegaskan bahwa dalam pelaksanaan pembangunan, transparansi dan akuntabilitas adalah hal utama. “Kami tidak ingin ada kesalahan atau penyimpangan dalam pembangunan ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dandim menyampaikan bahwa hampir seluruh koperasi desa di NTT mendapat bagian dalam program tersebut, sementara TNI berperan sebagai pendamping lapangan dan pengawas pelaksanaan. Untuk itu, TNI telah membentuk satuan tugas (Satgas) khusus dalam rangka mengawal proyek tersebut.
Menanggapi sejumlah pertanyaan wartawan, Dandim menjelaskan bahwa struktur organisasi pelaksana program di kabupaten dipimpin oleh Dandim sebagai koordinator teknis daerah. “Kami berharap rekan-rekan media dapat segera berkoordinasi bila menemukan hal-hal yang melenceng,” ujarnya.
Ia juga menegaskan kembali bahwa TNI bukan pelaksana pembangunan, melainkan pendamping yang bertugas memastikan program berjalan sesuai rencana. “Kami hanya melakukan pendampingan agar program yang sudah dirancang dapat terlaksana dengan baik,” tambahnya.
Kegiatan Coffee Bareng berlangsung hangat dan dialogis, diakhiri dengan ajakan memperkuat sinergi antara TNI, media, dan masyarakat dalam menjaga akuntabilitas publik.
(Ms)






