Mutu Menu MBG Dipersoalkan, Mahasiswa Karangjaya Tasikmalaya Desak Evaluasi Total

Caption : Dina Diana Ginanjar, ketua germaka( gerakan mahasiswa karangjaya)

SERGAP.CO.ID

KAB. TASIKMALAYA, || Gerakan Mahasiswa Karangjaya menyuarakan protes keras terkait dugaan lemahnya mutu dan higienitas makanan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Program yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi anak justru dinilai menimbulkan keresahan akibat penyediaan menu yang dianggap tidak layak konsumsi.

Bacaan Lainnya

Sorotan publik menguat setelah pada 26 November 2025 ditemukan menu makanan untuk anak PAUD yang dinilai jauh dari standar gizi, termasuk adanya sambal yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Dari hasil penelaahan, nilai makanan yang disajikan diperkirakan hanya sekitar enam ribu rupiah, dianggap tidak sebanding dengan alokasi anggaran negara.

Mahasiswa menilai temuan itu merupakan bukti gagalnya sistem kontrol mutu pihak penyelenggara maupun instansi yang bertanggung jawab dalam pengawasan. Pengelolaan pangan yang tidak memperhatikan kebutuhan gizi anak dinilai bukan sekadar kelalaian teknis tetapi menunjukkan lemahnya tanggung jawab moral penyelenggara program.

Kekecewaan semakin menguat ketika diketahui bahwa dapur penyedia makanan diduga berada di bawah pengelolaan Polres, sedangkan Kecamatan Cineam Karangjaya masuk dalam wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota. Mahasiswa mempertanyakan bagaimana dapur milik institusi negara yang seharusnya menjadi contoh standar kualitas pangan justru dipersoalkan terkait mutu.

Caption : Dina Diana Ginanjar, ketua germaka( gerakan mahasiswa karangjaya)

Gerakan Mahasiswa Karangjaya menilai Program Makan Bergizi Gratis di wilayah tersebut telah berubah menjadi ironi kebijakan akibat lemahnya pengawasan pemerintah daerah, dinas terkait, dan pihak Polres Tasikmalaya Kota. Penyedia dianggap menjalankan tugas secara asal-asalan tanpa memperhatikan standar gizi dan keamanan pangan.

“Kritik ini lahir dari suara lapangan dari guru, orang tua, dan masyarakat yang peduli terhadap masa depan anak bangsa,” tegas perwakilan mahasiswa dalam penyampaiannya. Mereka menolak anggapan bahwa persoalan ini sekadar isu kecil yang bisa diabaikan.

Mahasiswa mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelola dapur penyelenggara MBG yang berada di wilayah kecamatan Cineam, termasuk memastikan transparansi penggunaan anggaran serta perbaikan standar mutu dan keamanan pangan.

Gerakan Mahasiswa Karangjaya menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh menunggu hingga berdampak pada kesehatan anak. “Ketika makanan anak tercemar, itu bukan hanya kesalahan prosedur itu adalah kegagalan moral,” tegas mereka.

(R**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *