Prajurit Teritorial Tetap Diasah, Kodim 1613/Sumba Barat Laksanakan Latihan Menembak

SERGAP.CO.ID

KAB. SUMBA BARAT, NTT, || Kodim 1613/Sumba Barat kembali menggelar latihan menembak senjata ringan sebagai upaya menjaga dan meningkatkan kemampuan dasar militer prajurit. Kegiatan yang berlangsung di lapangan tembak Desa Lapale, Kecamatan Wanukaka, Kabupaten Sumba Barat, Rabu (24/6/2026), diikuti seluruh prajurit dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan.

Bacaan Lainnya

Latihan menggunakan senjata ringan jenis M16 tersebut merupakan bagian dari program pembinaan satuan yang dilaksanakan secara berkala setiap triwulan. Selain menguji ketepatan menembak, kegiatan ini juga bertujuan memelihara kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi berbagai tugas yang diemban TNI AD.

Komandan Kodim 1613/Sumba Barat Letkol Inf Ignasius Hali Sogen, S.E., M.Han., melalui Perwira Seksi Operasi Kodim 1613/Sumba Barat Lettu Inf Suharna selaku Komandan Latihan, mengatakan latihan menembak merupakan salah satu kemampuan dasar yang wajib terus dipelihara oleh setiap prajurit.

“Hari ini kami kembali melaksanakan latihan menembak bagi seluruh prajurit Kodim 1613/Sumba Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari pemeliharaan dan peningkatan kemampuan dasar militer. Setiap triwulan kami melaksanakan latihan menembak untuk menjaga dan meningkatkan kemampuan prajurit,” ujar Suharna.

Dalam pelaksanaannya, latihan dilakukan pada jarak 100 meter dengan beberapa posisi menembak, yakni tiarap, duduk, dan berdiri. Variasi posisi tersebut bertujuan mengukur sekaligus meningkatkan kemampuan prajurit dalam berbagai kondisi medan dan situasi tugas.

Menurut Suharna, konsep latihan yang dilakukan secara bertahap, bertingkat, dan berlanjut menjadi metode penting dalam menjaga kualitas kemampuan personel.

“Melalui latihan yang dilakukan secara berkesinambungan, kemampuan dasar prajurit dapat terus terpelihara dan berkembang sesuai standar yang telah ditetapkan,” katanya.

Di sisi lain, sebagai satuan teritorial yang sehari-hari lebih banyak berinteraksi dengan masyarakat melalui pembinaan wilayah, prajurit Kodim tetap dituntut memiliki kemampuan tempur yang memadai. Karena itu, latihan rutin menjadi sarana untuk menjaga naluri tempur sekaligus profesionalisme prajurit.

“Walaupun berdinas di satuan teritorial, setiap prajurit harus tetap profesional dan siap melaksanakan tugas kapan pun dibutuhkan,” tegasnya.

Selain menjadi sarana peningkatan kemampuan, hasil latihan juga digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memantau perkembangan keterampilan menembak setiap personel. Dengan demikian, satuan dapat mengukur tingkat kemampuan prajurit sekaligus menentukan langkah pembinaan berikutnya.

Sebelum latihan dimulai, Komandan Latihan memberikan pengarahan sekaligus memperagakan teknik dan posisi menembak yang benar kepada seluruh peserta. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap prajurit memahami prosedur latihan serta standar keamanan yang harus dipatuhi.

Suharna menegaskan bahwa faktor keamanan menjadi prioritas utama selama pelaksanaan latihan. Seluruh peserta diwajibkan mengikuti prosedur penggunaan senjata dan instruksi pelatih guna mencegah terjadinya kecelakaan.

“Keamanan tetap menjadi prioritas. Seluruh peserta harus mematuhi prosedur dan instruksi yang diberikan agar latihan berjalan lancar, aman, dan mencapai tujuan yang diharapkan,” pungkasnya.

(Ms)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *