SUMBA BARAT DAYA NTT, ||Pada konferensi pers yang digelar di dapur Mandiri, Selasa (11/11/2025), Ketua Yayasan Dapur Mandiri, Adam Mone, mengungkapkan bahwa daging yang dipakai dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sebagian besar dipasok dari luar pulau. “Stok daging lokal di Sumba Barat Daya tidak mencukupi kebutuhan program, sehingga kami mengandalkan pasokan dari provinsi lain melalui jaringan distribusi yang sudah ada,” kata Adam.
Saat ditanya mengenai perjanjian kontrak dengan pemasok, Adam bersama ahli gizi Lius menegaskan bahwa pasokan dilakukan tanpa kontrak jangka panjang. “Kami beroperasi berdasarkan kesepakatan informal dan kebutuhan mendesak. Ini memungkinkan fleksibilitas, tetapi kami tetap memastikan semua daging memenuhi standar kesehatan dan sertifikasi veteriner,” jelas Lius. Rabu 12/11/2025.
Keputusan ini menuai beragam respons. Peternak lokal menyatakan kekhawatiran bahwa impor daging dapat menurunkan harga pasar domestik dan mengurangi pendapatan mereka. Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumba Barat Daya,Agustinus Pandak yang di konfirmasi via telepon oleh media ini dalam komentar resmi, meminta rekan rekan Pers untuk bantu melakukan pengecekan data dari mana lalu masuk lewat mana serta siapa pemasuknya, karena memangnya tidak dibolehkan masukan daging beku. Selain itu, Datanya harus akurat, ungkapnya.
namun ia mengimbau dimana yang pertama sebutnya adalah turut prihatin dengan kejadian yang menimpah anak anak sekolah yaang diduga keracunan dari MBG, itu kami sangat prihatin serta kami sesalkan atas peristiwa itu, ungkapnya.
Yang kedua sebutbya, tentu kami mengimbau agar MBG ini, memberi makanan yang layak di konsumsi oleh anak anak dan tidak menimbulkan keracunan.
Yang ketiga sebutnya, sebebarnya Produk yang digunakan terutama Produk yang asalnya dari ternak seperti Daging, Telur harus di seleksi dengan menggunakan ASUH: Aman, Sehat Halal dan Utuh ( ASHU ) . Dan seumpama ada daging beku yang di Pasok, memangnya tidak dibolehkan. Oleh karena itu tegasnya, masyarakat dimohon supaya jangan tergiur dengan daging yang masuk illegal, yang tidak dipastikan Kualitasnya, ungkapnya tegas.
Dan ketegasan yang di sampaikan kadis peternakan dan kesehatan hewan kabupaten SBD, bahwa tidak boleh masukan daging beku dan kalau ada yang menggunakan daging beku dengan tidak berkualitas dan secarah teknis oleh dinas peternakan, kita harus mengawasi igu serta kami berterima kasih kalau ada pengungkapan walau lewat teman teman wartawan kalau ada pemasukan daging beku serta mohon kerjasamanya serta terus dilacak terutama siapa pemasuk serta dan terutama untuk memeriksa label Nomor Kontrol Veteriner (NKV) pada setiap kemasan daging yang beredar, tegasnya.”Sumber Eman”
(Ms)






