SUMBA BARAT DAYA NTT, || Warga Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, mengeluh keras atas seringnya pemadaman listrik di malam hari.
Menurut beberapa pelanggan, gangguan bisa terjadi di mana saja, namun petugas PLN Rayon Sumba Jaya jarang memberi informasi mengenai lokasi atau penyebab gangguan. “Kalau listrik mati, kami baru tahu setelah dua‑tiga jam lewat, dan tidak ada pemberitahuan lewat WA Group atau Facebook,” kata salah satu warga.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh pedagang di pasar lokal. Mereka terpaksa menggunakan hand‑phone sebagai sumber cahaya dan daya, karena aktivitas usaha terhenti selama pemadaman.
“Malam hari adalah waktu utama berjualan, jadi listrik yang tidak stabil sangat mengganggu,” tambah warga lain.
Salah satu Petugas PLN Rayon Sumba Jaya yang di hubungi media ini sekitar pukul 21:04 WITA malam terkait dengan matinya listrik yang mengganggu aktifitas masyarakat, mengakui adanya gangguan pada mesin serta kendala teknis di beberapa gardu dan jaringan yang sudah tua.
Ia menjelaskan bahwa tim sudah berupaya mempercepat penanganan, namun keterbatasan sumber daya membuat proses perbaikan memakan waktu. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya dan berjanji akan meningkatkan koordinasi dengan warga melalui grup WhatsApp serta mempercepat perbaikan jaringan,” ujarnya.
Warga berharap PLN dapat lebih transparan dalam memberikan update dan memperbaiki infrastruktur agar gangguan serupa tidak terulang.
(Sumber Eman)






