TASIKMALAYA, || Institut Nahdlatul Ulama Tasikmalaya (INUTAS) meluncurkan program pengabdian masyarakat terpadu bertajuk INUTAS Impact, sebagai bentuk komitmen nyata kampus hijau ini dalam menghadirkan perubahan positif di tengah masyarakat. Peluncuran yang berlangsung hangat di Restoran Kampung Kecil Tasikmalaya, Sabtu (25/10/2025), menjadi tonggak awal sinergi besar lintas jurusan di lingkungan INUTAS.
Program INUTAS Impact melibatkan kolaborasi lima program studi unggulan, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Hukum Keluarga Islam (HKI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), dan Ekonomi Syariah (Eksyar). Sinergi ini diarahkan untuk membangun dan memberdayakan masyarakat di Kelurahan Cipawitra, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.
Melalui pendekatan kolaboratif lintas disiplin, INUTAS Impact menargetkan terwujudnya transformasi sosial berkelanjutan, yang difokuskan pada penguatan literasi digital, pemberdayaan ekonomi syariah, peningkatan mutu pendidikan, serta pembinaan keluarga harmonis dan religius.
Nama INUTAS Impact bukan sekadar simbol. IMPACT merupakan singkatan dari Integrated Movement for Promotion, Advancement, and Community Transformation, yang berarti Gerakan Terpadu untuk Kemajuan dan Transformasi Masyarakat. Filosofi ini mencerminkan tekad INUTAS untuk menjadi katalis perubahan sosial yang terpadu, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil nyata.
Rektor INUTAS, Dr. H. Pepep Puad Muslim, M.Si., menyampaikan bahwa peluncuran INUTAS Impact bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, menjadikannya momen yang sarat makna. “Ini menjadi kado indah bagi INUTAS dan masyarakat Tasikmalaya. Bertepatan dengan Hari Santri, kami ingin menunjukkan karya nyata. INUTAS Impact adalah bukti bahwa santri dan akademisi bisa berkolaborasi menghadirkan perubahan positif,” ujarnya dengan penuh semangat.
Lebih lanjut, H. Pepep menegaskan bahwa INUTAS Impact merupakan bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat yang relevan, berkelanjutan, dan memberikan dampak langsung.
Program ini juga mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak, termasuk Camat Mangkubumi, yang menilai langkah INUTAS sebagai inovasi progresif di bidang sosial dan pendidikan. “Kami menyambut baik dan mendukung sepenuhnya INUTAS Impact. Program seperti ini sangat dibutuhkan karena menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat secara langsung,” ungkapnya.
Dukungan serupa datang dari Pemerintah Kota Tasikmalaya. Perwakilan Pemkot, Dr. Andi, menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk bersinergi dalam mendukung gerakan tersebut. “INUTAS Impact sejalan dengan arah pembangunan Kota Tasikmalaya yang religius, produktif, dan berdaya saing. Kami berharap kiprah INUTAS dapat meluas ke seluruh wilayah kota,” ujarnya.
Dengan semangat kolaborasi, keberlanjutan, dan kebermanfaatan, INUTAS Impact diharapkan menjadi model pengabdian masyarakat berbasis sinergi multidisiplin yang mampu memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun masyarakat mandiri, berdaya, dan berkarakter.
Bukan hanya “impact” dalam nama, tetapi dampak nyata dari kampus menuju kampung, dari ilmu menuju amal, dan dari gagasan menuju pengabdian — menjadi bukti bahwa INUTAS hadir bukan sekadar mencerdaskan, tetapi juga menguatkan kehidupan sosial masyarakat.
(***)






