Mahasiswa Keperawatan Unimus Bangga Jadi Tim Medis di Piala Tugu Muda Junior 2025

SERGAP.CO.ID

SEMARANG, || Mahasiswa Keperawatan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) turut ambil bagian dalam ajang bergengsi Piala Tugu Muda Junior 2025 sebagai bagian dari tim medis resmi. Keterlibatan ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung kegiatan olahraga nasional sekaligus mengaplikasikan ilmu kesehatan di lapangan.

Bacaan Lainnya

Kejuaraan nasional tenis bergengsi ini diselenggarakan oleh Pengprov Pelti Jawa Tengah bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Semarang sebagai mitra utama. Kompetisi berlangsung pada 13–17 Oktober 2025 di empat lokasi utama, yakni GOR Tri Lomba Juang Semarang, GOR Unnes, Stadion Jatidiri Semarang, dan Kampus Unimus Semarang.

Sebanyak 23 atlet dari berbagai kelompok umur (KU-8 hingga KU-18) berpartisipasi memperebutkan medali dalam kejuaraan yang telah digelar sejak tahun 1987 ini. Tahun 2025 menjadi momentum istimewa karena ajang legendaris tersebut kembali berlangsung sukses dan lancar dengan dukungan penuh dari berbagai pihak.

Salah satu mahasiswa Keperawatan Unimus, Retno, yang bertugas di GOR Tri Lomba Juang, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari tim medis di ajang nasional tersebut. “Selama ini kami belajar teori di kelas. Kini kami benar-benar bisa menerapkannya di lapangan, membantu atlet dan peserta yang membutuhkan pertolongan pertama. Ini pengalaman berharga bagi kami,” ujarnya dengan semangat.

Retno menambahkan, pengalaman ini tak hanya menambah keterampilan praktis, tetapi juga memperkuat rasa empati, tanggung jawab, dan kerja sama tim di tengah dinamika pertandingan yang berlangsung cepat dan menegangkan.

Sementara itu, Dosen Program Studi Spesialis Medikal Bedah Unimus, Prima Trisna Aji, yang turut mendampingi mahasiswa, memberikan apresiasi tinggi atas profesionalisme mereka selama bertugas. “Mahasiswa Keperawatan Unimus menunjukkan semangat luar biasa. Mereka sigap, disiplin, dan proaktif dalam menjalankan tugas di lapangan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan nasional seperti ini merupakan wujud nyata implementasi Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM), di mana mahasiswa didorong untuk belajar langsung dari pengalaman di lapangan dan memahami konteks sosial profesinya.

Tim medis pada ajang tersebut terdiri dari dokter, perawat, masseur, ahli sport science, terapis okupasi, mahasiswa kesehatan, serta tim ambulans yang bekerja sama memberikan pelayanan kesehatan bagi seluruh peserta dan panitia selama turnamen berlangsung.

Kolaborasi antara Pengprov Pelti Jawa Tengah dan Unimus Semarang menjadi contoh nyata sinergi positif antara dunia pendidikan dan olahraga. Selain memperkuat layanan medis di ajang nasional, kegiatan ini juga memperluas ruang belajar mahasiswa dalam konteks pengabdian kepada masyarakat.

Ajang Piala Tugu Muda Junior 2025 bukan hanya menjadi panggung prestasi para atlet muda, tetapi juga wadah pembelajaran bagi calon tenaga kesehatan masa depan. Dengan semangat profesionalisme dan dedikasi tinggi, mahasiswa Keperawatan Unimus membuktikan bahwa kompetensi keperawatan tidak hanya dibangun di ruang kuliah, tetapi juga di tengah hiruk-pikuk lapangan olahraga.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *