KOTA TASIKMALAYA || Persiapan pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Pencak Silat Indonesia (DPD PPSI) Kota Tasikmalaya terus dimatangkan. Acara rencananya akan digelar pada 15 November 2025 di Lapangan Dadaha, Kelurahan Cidideung, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya.
Kegiatan tersebut akan menjadi momentum penting bagi pelestarian seni bela diri tradisional serta penguatan wadah silaturahmi bagi para pesilat di Tasikmalaya. Ratusan pendekar dari berbagai perguruan silat telah menyatakan siap hadir menyemarakkan acara tersebut.
Ketua DPD PPSI Kota Tasikmalaya, Nunung Revolusiana, menjelaskan bahwa panitia telah menyiapkan seluruh rangkaian acara dengan matang agar pelaksanaan berjalan tertib, lancar, dan penuh makna.
“Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, tetapi wujud komitmen kami memperkuat silaturahmi antarperguruan sekaligus menjaga warisan budaya leluhur Sunda,” ujar Nunung Revolusiana kepada Sergap.co.id. Sabtu 18/10/2025.
Adapun struktur kepengurusan DPD PPSI Kota Tasikmalaya yang akan dikukuhkan meliputi Nunung Revolusiana sebagai Ketua, Andang Kustiawan sebagai Wakil Ketua, Tatang Sopandi dan Ubun Supriantna sebagai Sekretaris, serta Triana Desanty, S.Pd dan Nanang Tarya sebagai Bendahara.
DPD PPSI Kota Tasikmalaya berada di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Tasikmalaya. Organisasi ini menaungi 19 perguruan silat tradisional yang aktif dalam pembinaan generasi muda dan pelestarian budaya bela diri.
Perguruan silat yang tergabung antara lain Maung Hideung, Gajah Putih, PSS, SBD, Pandawa, Guntur Salaksa, Putra Kencana, Ligar Mustofa, Naga Kencana, Jagat Naga, Putra Pendekar Galunggung, Pusaka Mekar Saputra, Waringin Ligar, Rajawali Sakti, Pusaka Raga Sukma, Trah Karsid, Sima Matih, Maempo Peupeuhan Sukapura, dan Pusaka Medal.
Panitia pelaksana, Oki Sunaryo, menyebut bahwa acara pengukuhan juga akan diwarnai berbagai atraksi seni pencak silat dari perguruan peserta, serta penyerahan simbolik bendera PPSI kepada pengurus baru sebagai tanda resmi kepemimpinan.
PPSI mengusung visi menjadi organisasi pencak silat tradisional yang profesional dalam melestarikan, mengembangkan, dan mempromosikan nilai-nilai budaya bangsa, serta membentuk generasi yang berkarakter, budi bakti, dan sakti.
Menurut Oki, profesionalitas organisasi berarti menjadikan pencak silat sebagai warisan budaya yang diakui karena kualitas dan dedikasi para anggotanya dalam menjaga nilai-nilai luhur bangsa. “Kami ingin pencak silat tetap hidup di tengah masyarakat modern tanpa kehilangan jati dirinya,” Tuturnya.
Selain melestarikan, PPSI juga berfokus mengembangkan pencak silat melalui pendidikan, kompetisi, dan pertunjukan budaya. Hal ini diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk mencintai seni bela diri warisan bangsa Indonesia.
Pihak PPSI berharap dukungan dari seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah agar keberadaan pencak silat semakin kuat, serta tetap menjadi kebanggaan sebagai warisan budaya nasional yang berakar pada karakter, persaudaraan, dan kearifan lokal.
(Rzl)






