Elfridus M. Luan Pastikan Realisasi Pemeliharaan Jaringan Irigasi Capai 86,57 Persen

Caption : Pelaksana Teknis dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) OP 3 SDA Provinsi NTT,Elfridus M. Luan, S.ST.

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Elfridus M. Luan, S.ST, Pelaksana Teknis dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) OP 3 SDA Provinsi NTT, memastikan bahwa hingga pertengahan Oktober 2025, realisasi fisik dan keuangan pekerjaan pemeliharaan berkala dan Rutin pada kegiatan OP SDA 3 Satker OP SDA NT II Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II telah mencapai 86,57 persen.

Bacaan Lainnya

Menurut Elfridus, capaian tersebut menunjukkan progres yang positif dari seluruh kegiatan pemeliharaan yang dilakukan di berbagai wilayah di Nusa Tenggara Timur.

“Hingga saat ini, total keseluruhan realisasi pekerjaan pemeliharaan berkala dan Rutin pada kegiatan OP SDA 3 sudah mencapai 86,57 persen,” jelasnya di Kupang, Selasa (15/10/2025).

Kegiatan OP SDA 3 menangani tiga jenis kegiatan utama, yakni terkait Air Baku, Embung, serta Daaerah Irigasi. Ada enam Daerah Irgasi yang tersebar di berbagai kabupaten di NTT,
meliputi D.I. Oesao di Kabupaten Kupang, D.I. Lurasik di Kabupaten Timor Tengah Utara, D.I. Danau Tua di Kabupaten Rote Ndao, D.I. Lokopehapo di Kabupaten Sabu Raijua, D.I. Waekomo di Kabupaten Lembata, dan D.I. Kambaniru di Kabupaten Sumba Timur.

Elfridus menegaskan, seluruh pekerjaan pada kegiatan OP SDA 3 ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir Desember 2025. Namun, ia optimistis penyelesaian fisik dapat dicapai lebih cepat, bahkan pada awal Desember mendatang.

“Target kami 100 persen selesai lebih awal dari jadwal. Kami berkomitmen menjaga kualitas pekerjaan agar hasilnya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh kegiatan ini dibiayai melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan hingga saat ini tidak ada kendala berarti di lapangan.

Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan mencakup perbaikan jaringan irigasi, pembersihan saluran air, serta perawatan embung yang mengalami penurunan fungsi. Beberapa embung juga mendapatkan pengecatan dan perbaikan teknis untuk memastikan air dapat mengalir dengan baik.

Selain itu, kegiatan pemeliharaan air baku juga menjadi perhatian agar pasokan air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tetap lancar sepanjang tahun.

“Pemeliharaan ini penting untuk mengembalikan fungsi irigasi dan embung agar petani bisa kembali memanfaatkan air secara optimal,” tambah Elfridus.

Ia berharap, setelah pekerjaan ini selesai, masyarakat dapat menjaga dan memelihara fasilitas yang sudah diperbaiki agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Fasilitas ini milik bersama. Kami berharap masyarakat ikut menjaga agar sistem irigasi dan embung tetap berfungsi baik,” katanya menutup.

(Dessy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *