KAB. LAHAT, || Luar biasa, itulah gambaran kalimat yang dialamatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat maupun Desa Bintuhan, Kecamatan Kota Agung.
Pasalnya, desa yang dipimpin Kepala Desa (Kades), M Agustiansyah ini dalam kurun 2 tahun berturut-turut menjadi desa dengan pembayaran tercepat terhadap masyarakat pekerja rentan.
“Alhamdulillah, kita sebagai pelopor terhadap program pembayaran premi pekerja rentan, pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan,” sebut dia, Rabu 27 Agustus 2025.
Nah, penghargaan ini merupakan kedua kalinya setelah tahun sebelumnya diperoleh ditingkat kabupaten. Hal ini, dinilai berkat pembayaran tercepat dan tepat waktu sehingga masuk nominasi.
“Desa Bintuhan tidak sendiri ada dari Pangkul Kota Pagaralam dan Biaro Baru Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara),” ungkapnya.
Tentu saja dengan raihan ini merupakan kerjasama semua pihak, sehingga penduduk desa berstatus pekerja rentan dapat di cover.
“Sehingga mereka didalam beraktifitas sehari-hari merasa terlindungi, dan tidak perlu was-was semuanya sudah diawasi oleh BPJS Ketenagakerjaan,” tukas M Agustiansyah.
Senada, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMDes) Lahat, Zubhan Awali SSTP Msi menjelaskan, penghargaan tersebut menjadi tolak ukur kepada desa lain, guna terus memaksimalkan potensi yang ada sehingga dapat unjuk gigi terhadap eksistensinya.
Kedepan akan ada desa-desa lain di Kabupaten Lahat berprestasi, mendapatkan reward dari pemerintah maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN), atas kiprahnya membawa harum nama desa atau daerah,” ulas dia.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat juga menerima reward yang sama, atas dedikasi didalam pembinaan kepada tiap-tiap desa.
Tentu saja, ini tidak terlepas dari kerja keras semua pihak sehingga baik Pemdes dan juga Pemkab Lahat, ikut mengharumkan nama daerah ditingkat provinsi,” sebutnya.
Ia meminta, apabila ada program-program pemerintah yang membawa manfaat nyata, agar kiranya dapat dilaksanakan sehingga nama Kabupaten Lahat mampu bersaing dengan kabupaten/kota lainnya.
Tinggal bagaimana kinerja dari pemerintah desa (Pemdes) guna memotivasi perangkat, maupun masyarakat terus bekerjasama dengan sangat baik serta kompak,” tukas dirinya.
(Agusman)






