KAB. MUARA ENIM, || Gema hening menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Ksatria Pertiwi Muara Enim pada Sabtu malam (16/8) saat jajaran Forkopimda Kabupaten Muara Enim menggelar upacara renungan suci. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Upacara dimulai tepat pukul 21.00 WIB dengan suasana penuh khidmat. Kapolres Muara Enim AKBP Jhoni Eka Putra, S.H., S.I.K., M.M., M.Si. bertindak sebagai Inspektur Upacara, memimpin jalannya renungan sebagai wujud penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur membela tanah air.
Kehadiran para pimpinan daerah menunjukkan penghormatan tertinggi terhadap pengorbanan para pahlawan. Tampak hadir Bupati Muara Enim H. Edison, S.H., M.Hum., Wakil Bupati Ir. Hj. Sumarni, M.Si., Ketua DPRD Deddy Arianto, S.Pd., dan Dandim 0404 Muara Enim Letkol Arm Tri Budi Wijaya, S.H.
Selain itu, turut hadir Kepala Kejaksaan Negeri Muara Enim, Sekretaris Daerah Ir. Yulius, M.Si., serta para kepala OPD Pemkab Muara Enim. Kehadiran jajaran pemerintahan dan lembaga hukum ini menegaskan kebersamaan seluruh elemen dalam mengenang jasa para pahlawan.
Dalam suasana yang syahdu, peserta upacara diajak untuk merenungkan makna perjuangan dan kemerdekaan. Di TMP Ksatria Pertiwi tercatat bersemayam 78 pahlawan dari unsur TNI/Polri dan 65 pahlawan dari unsur laskar, yang seluruhnya gugur demi tegaknya kemerdekaan bangsa.
Momen renungan suci ini tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga pengingat bagi generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan dengan mengisi kemerdekaan melalui karya nyata dan kontribusi positif bagi masyarakat.
Peserta upacara terdiri dari pelajar Pramuka, pasukan gabungan TNI, Polri, serta ASN di lingkungan Pemkab Muara Enim. Mereka turut serta dalam prosesi hening cipta, doa bersama, dan penghormatan kepada arwah para pahlawan.
Upacara renungan suci kemudian ditutup dengan penghormatan akhir, meninggalkan kesan mendalam tentang nilai pengorbanan, persatuan, dan tanggung jawab menjaga kemerdekaan. Suasana malam itu menjadi pengingat bahwa kemerdekaan diraih dengan darah dan air mata para pejuang bangsa.
(Kris)






