SENTUL – BOGOR, || Suasana sejuk di Hambalang, Sentul, pada Jumat (8/8/2025) menjadi saksi pelepasan Retret Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Acara yang berlangsung sejak 7 hingga 10 Agustus ini diikuti oleh 200 peserta, terdiri dari Ketua KADIN provinsi seluruh Indonesia. Salah satunya, Bobby Lianto, MM, MBA—kandidat doktor yang dikenal aktif memajukan UMKM Nusa Tenggara Timur.
Di pagi hari sebelum bertolak ke Hambalang, para peserta menerima materi strategis dari Wakil Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, Lodewijk Freidrich Paulus, di Halim Perdanakusuma, Jakarta. Materi tersebut menitikberatkan pada ketahanan ekonomi nasional dalam menghadapi tantangan geopolitik global.
Usai sesi tersebut, rombongan bergerak menuju Hambalang. Di sana, Presiden Prabowo menyambut dengan hangat sekaligus memberikan arahan penting tentang peran KADIN dalam membangun kemandirian ekonomi daerah dan memperkuat daya saing nasional.
“Pengusaha adalah ujung tombak kemajuan ekonomi bangsa. Tanpa pengusaha yang tangguh, kita sulit mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegas Prabowo di hadapan para peserta. Setelah itu, Presiden secara resmi melepas keberangkatan rombongan retret.
Bobby Lianto, yang selama ini aktif membawa produk-produk unggulan NTT hingga pasar internasional, mengaku terinspirasi oleh pesan Presiden.
“Arahan beliau menguatkan tekad kami untuk terus bergerak, bukan hanya demi provinsi masing-masing, tapi untuk Indonesia secara keseluruhan,” ujarnya.
Selepas acara pelepasan, rombongan kembali ke Halim Perdanakusuma. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan udara menggunakan dua unit pesawat Hercules menuju Bandara Adisutjipto, Yogyakarta.
Tujuan akhir hari itu adalah Akademi Militer (Akmil) di Magelang, tempat peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan pembinaan kepemimpinan dan wawasan kebangsaan. Agenda ini diharapkan memperkuat mental, disiplin, dan jejaring antarpengusaha daerah.
Retret KADIN 2025 sendiri menjadi ajang langka bagi para Ketua KADIN provinsi untuk berinteraksi langsung, saling bertukar pengalaman, serta menyelaraskan strategi menghadapi dinamika ekonomi. Bobby Lianto menilai momentum ini sangat tepat di tengah arus perubahan global yang cepat.
Dengan kehadiran Presiden dan materi strategis dari pejabat tinggi negara, Retret KADIN 2025 diyakini akan menjadi titik tolak lahirnya kolaborasi besar antara dunia usaha dan pemerintah. Harapannya, ekonomi Indonesia bisa melesat tanpa meninggalkan daerah-daerah yang selama ini berada di pinggiran peta investasi nasional.
(Dessy)






