KUPANG, || Suasana kampus Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT pada Jumat (8/8/2025) tampak berbeda. Ratusan mahasiswa antusias menyambut kehadiran Anggota DPD RI, Ir. Abraham Liyanto, yang datang untuk menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.
Setibanya di kampus, Abraham Liyanto disambut hangat oleh mahasiswa dan civitas akademika. Setelah prosesi penyambutan, rombongan langsung menuju aula utama UPG 1945, tempat kegiatan berlangsung. Tepuk tangan riuh mengiringi langkahnya menuju podium.
Dalam paparannya, Abraham Liyanto membedah materi Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia menekankan bahwa nilai-nilai tersebut bukan sekadar hafalan, melainkan harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sosialisasi ini adalah bagian dari tugas saya untuk menanamkan jiwa nasionalisme. Nilai Empat Pilar ini penting untuk kemandirian dan kejayaan bangsa. Saya menyampaikannya tidak hanya secara teori, tapi juga dengan motivasi yang menggugah hati,” ujar senator asal NTT yang sudah empat periode mengabdi di DPD RI.
Abraham menuturkan, kegiatan ini merupakan yang perdana digelar di UPG 1945 NTT dengan menghadirkan langsung anggota DPD RI sebagai pemateri. “Puji Tuhan, ini pertama kali dan sangat bermanfaat bagi kita semua,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan, dibandingkan negara lain, Indonesia masih tertinggal di sektor infrastruktur, sumber daya manusia, dan kesehatan, terutama di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
“Ini tugas kita untuk memperbaikinya. Saya yakin 10-15 tahun ke depan Indonesia akan maju, apalagi dengan lahirnya anak-anak cerdas seperti Nono yang berhasil mengharumkan nama bangsa,” jelasnya.
Menurut Abraham, salah satu kunci kemajuan negara maju seperti Korea Selatan adalah fokus pada kesehatan dan pendidikan.
“Indonesia punya kekayaan alam melimpah, tapi yang perlu kita ubah adalah mindset bahwa pendidikan itu prioritas. Dengan pendidikan yang kuat, kemajuan akan mengikuti,” tegasnya.
Apresiasi datang dari Rektor UPG 1945 NTT, Dr. Samuel Haning. Ia menyampaikan terima kasih atas kepedulian Abraham Liyanto dalam memperkuat jati diri generasi muda agar tidak mudah terpengaruh isu SARA yang dapat mengancam persatuan NKRI.
Samuel mengungkapkan, ke depan pihaknya akan menindaklanjuti kerja sama dengan pusat melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
“Ini langkah strategis untuk mendukung pelaksanaan program-program positif seperti ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, gagasan yang dibawa Abraham Liyanto memberikan harapan baru bagi UPG 1945.
“Ini adalah pemikiran yang mantap. Dari UCB beliau membawa inspirasi besar bagi output-output UPG 1945 ke depan,” tutupnya.
Kegiatan sosialisasi tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif. Mahasiswa tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar peran pemuda dalam menjaga persatuan dan memajukan daerah. Senyum dan tepuk tangan mengiringi Abraham Liyanto meninggalkan aula, meninggalkan pesan kebangsaan yang membekas di hati para peserta.
(Dessy)






