KUPANG, || Dalam rangka mempercepat pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur di Nusa Tenggara Timur (NTT), Bank NTT menegaskan perannya sebagai lembaga keuangan utama dalam penyaluran dana proyek. Hal ini disampaikan dalam acara penandatanganan kontrak pekerjaan konsultan dan konstruksi Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Jumat (1/8/2025).
Paparan disampaikan oleh Soleman Bisinglisi, mewakili Plt. Direktur Utama Bank NTT, Yohanis Landu Praing. Ia menjelaskan skema pembiayaan jasa konstruksi yang telah disiapkan Bank NTT, khusus untuk mendukung pelaku usaha lokal.
Salah satu poin penting yang menjadi sorotan adalah kewajiban penggunaan rekening Bank NTT dalam penyaluran dana proyek, termasuk proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Ini penting sebagai bentuk mitigasi risiko. Dengan rekening Bank NTT, aliran dana proyek lebih mudah diawasi dan mendukung kelancaran pembiayaan,” ujar Soleman dalam paparannya.
Bank NTT, lanjut Soleman, telah menyiapkan dua jenis kredit utama yang dapat diakses para kontraktor, yaitu Kredit Konstruksi Reguler dan Standby Loan. Keduanya dirancang untuk menyesuaikan dengan tahapan proyek.
Kredit Konstruksi Reguler diberikan setelah kontrak kerja ditandatangani, dengan jangka waktu pembiayaan yang mengikuti durasi proyek ditambah waktu penyelesaian administrasi.
Sedangkan Standby Loan bisa diajukan sebelum kontrak diteken. Setelah kontrak tersedia, dana langsung bisa dicairkan tanpa proses tambahan yang memakan waktu.
Bank NTT juga meminta para kontraktor menyiapkan dokumen legalitas perusahaan, dokumen kontrak, data keuangan, dan konfirmasi proyek dari dinas teknis melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebagai prasyarat pengajuan kredit.
Langkah ini diharapkan menjadi solusi bagi keterlambatan penyerapan anggaran proyek yang sering terjadi karena kendala pembiayaan di awal pelaksanaan.
Dalam acara yang digelar oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT tersebut, para kontraktor dan penyedia jasa konsultan diberi pemahaman mendalam tentang tata kelola pembiayaan yang terintegrasi dengan sistem perbankan lokal.
Bank NTT ingin memastikan bahwa kontraktor lokal tidak hanya mampu menyelesaikan proyek tepat waktu, tapi juga memiliki akses ke pembiayaan yang memadai dan transparan.
“Semua ini untuk mendukung pembangunan yang cepat, akuntabel, dan memberdayakan ekonomi lokal,” tutup Soleman.
(Dessy)






