Gelar Bimtek Deep Learning. Ini Kata Saruddin Kepsek SMAN 1 Pancung Soal

Gelar Bimtek Deep Learning. Ini Kata Saruddin Kepsek SMAN 1 Pancung Soal
Caption : Saruddin Kepsek SMAN 1 Panso, Bersama Yuni Cenrikawaty Pembina Pendidikan Dasar Menengah Provinsi Sumbar

SERGAP.CO.ID

KAB. PESSEL, || Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berkomitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pendekatan deep learning.

Bacaan Lainnya

Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar di SMA Negero 1 Pancung Soal Pesisir Selatan itu, dihadiri langsung Pembina Pendidikan Dasar Menengah Provinsi Sumbar Dr, Yuni Cenrikawaty, M.Pd.

Ia menjelaskan bahwa deep learning bukan sekadar metode pembelajaran biasa, melainkan pendekatan yang menekankan pemahaman mendalam terhadap materi dan penerapan konsep dalam kehidupan nyata.

Lebih lanjut Yuni Cenrikawaty menekankan, bahwa pendidikan seharusnya tidak hanya berfokus pada hafalan dan kemampuan menyelesaikan soal ujian, tetapi juga bagaimana siswa mampu memahami, mengaitkan antar ilmu, dan mengaplikasikan pengetahuan tersebut secara kontekstual.

“Ya, deep learning mendorong siswa untuk tidak hanya belajar secara mindful, meaningful, dan joyful, tetapi juga benar-benar memahami dan menginternalisasi materi, inilah yang menjadi pondasi penting dalam mewujudkan pendidikan bermutu,” ulasnya Cenrikawaty.

Pendekatan ini, menurut Yuni, menuntut adanya pembelajaran yang fleksibel, menyenangkan, dan interaktif, sehingga siswa dapat mengeksplorasi berbagai disiplin ilmu dengan lebih kritis dan kreatif.

Ia juga menambahkan bahwa penerapan deep learning sejalan dengan perkembangan zaman yang menuntut generasi muda memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi dan daya saing yang kuat.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Pancung Soal, Saruddin, menyampaikan, bahwa deep learning menitikberatkan pada proses berpikir tingkat tinggi, seperti pemecahan masalah, kolaborasi, dan pencarian makna.

“Ya, pendekatan ini akan mendorong siswa untuk terus berpikir kritis dan mampu mengaitkan pembelajaran dengan situasi nyata dalam kehidupan mereka,” tegasnya.

Saruddin menjelaskan bahwa deep learning berkaitan erat dengan teori kognitif, di mana proses belajar mencakup perhatian, pengolahan informasi secara mendalam, dan penguatan memori melalui pengalaman yang relevan. Hal ini dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman dan daya ingat siswa. Dalam praktiknya, pendekatan ini juga mendorong peran aktif guru untuk lebih terlibat dalam memandu proses belajar.

Guru tidak lagi hanya menyampaikan materi, tetapi menjadi fasilitator yang mengarahkan siswa dalam memahami makna serta relevansi pelajaran dengan kehidupan. Menutup kegiatan, Sarudin mengajak seluruh peserta baik guru, kepala sekolah, maupun siswa untuk memahami dan menerapkan pendekatan deep learning secara konsisten.

Ia berharap seminar ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Semoga melalui penerapan pembelajaran mendalam ini, kita dapat bersama-sama menciptakan perubahan positif di dunia pendidikan,” tutupnya.

(WH).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *