CAMPLONG, || Dalam semilir angin malam, obor-obor kecil menyala di tangan-tangan muda yang penuh semangat. Mereka berjalan sambil menyanyikan pujian, menyusuri jalanan desa. Ini bukan sekadar pawai biasa. Ini adalah prosesi iman, penuh makna spiritual, yang digelar oleh Pemuda-Pemudi GMIT Betania Camplong untuk merayakan Paskah tahun 2025.
Pawai obor itu mengawali serangkaian perayaan Paskah yang dilanjutkan dengan pementasan drama penyaliban. Dalam gelap malam, cahaya obor menjadi simbol terang Kristus yang tidak pernah padam. Suasana menjadi sakral saat nama Yesus diteriakkan, disalibkan, lalu dikabarkan bangkit.
Drama yang mereka pentaskan bukan sekadar pertunjukan. Di atas panggung sederhana, mereka menghidupkan kembali kisah agung: dari pengkhianatan Yudas, pengadilan oleh Pilatus dan Herodes, sampai penderitaan di Golgota. Semua dilakukan dengan hati dan iman.
Para tokoh utama ditampilkan secara dramatik Yesus, para murid, imam-imam besar, dan tentara Romawi. Unsur simbolik seperti salib, mahkota duri, dan obor menyatu dalam satu narasi yang menyentuh hati siapa saja yang menyaksikannya.
Namun, lebih dari kisah duka, Pemuda-Pemudi Jemaat Betania Camplong menekankan bahwa Paskah adalah tentang kemenangan. Kemenangan atas dosa, atas kematian, dan atas ketakutan yang menghantui manusia. Ini adalah panggilan untuk hidup baru yang penuh kasih dan pengampunan.
Makna Paskah tidak hanya dipentaskan, tapi dihidupi. Mereka mengajak seluruh jemaat untuk menginternalisasi semangat Paskah: mengasihi sesama, menjadi terang, dan hadir bagi yang menderita. Drama menjadi media pewartaan yang kuat, terutama bagi generasi muda.
Bagi mereka, Paskah juga tentang harapan. Harapan bahwa dalam keterpurukan, masih ada jalan keluar. Bahwa dalam kesedihan, masih ada sukacita. Dan bahwa dalam kematian, ada kehidupan baru yang dijanjikan oleh Tuhan.
Dalam pesan reflektif yang disampaikan di akhir pertunjukan, mereka menegaskan pentingnya pengampunan. Memaafkan bukan kelemahan, tapi kekuatan sejati. Dan mengampuni adalah wujud iman yang sejati terhadap ajaran Kristus.
Semangat itulah yang hendak ditularkan kepada jemaat. Bahwa Paskah bukan hanya seremoni tahunan, melainkan energi spiritual yang menggerakkan seseorang untuk hidup dalam terang kasih Allah setiap hari.
Pemuda-Pemudi Jemaat Betania Camplong percaya bahwa perubahan dunia dimulai dari perubahan hati. Dari hati yang mampu mengasihi lebih dalam, mengampuni lebih tulus, dan berharap lebih teguh.
Di akhir acara, mereka menyampaikan pesan Paskah yang sederhana namun dalam:
“Selamat Paskah 2025. Semoga damai Kristus membangkitkan semangat baru, menyalakan kembali harapan, dan menguatkan setiap langkah hidup kita.”
Obor Paskah dari Betania Camplong tidak hanya menyala di tangan, tetapi juga di hati setiap orang yang hadir. Di tengah zaman yang serba cepat dan kadang kehilangan arah, mereka telah menjadi pengingat bahwa harapan tidak pernah mati.
(Desy)






