Kupang “Besti Beruntung”: Revolusi Sampah di Tangan Christian Widodo

Kupang “Besti Beruntung”: Revolusi Sampah di Tangan Christian Widodo

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota dr. Christian Widodo menetapkan program penanganan sampah sebagai program unggulan. Strategi baru ini bertajuk “Besti Beruntung” (Bebas Sampah, Pasti Berubah, Untung), dengan semangat kolaboratif antara pemerintah dan warga.

Bacaan Lainnya

Dalam sesi diskusi terbuka bersama para petugas kebersihan, Christian menegaskan bahwa program pengelolaan sampah 100 hari sudah mulai diimplementasikan secara bertahap. “Hari ini saya kumpulkan semua awak kebersihan untuk menyamakan pemahaman, visi, dan semangat kerja. Jangan ada yang bekerja di luar kerangka yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

Hadir dalam pertemuan itu Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, serta sejumlah kepala perangkat daerah teknis dan para camat.

Strategi awal yang diterapkan adalah pemilahan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga. Warga diminta memilah sampah ke dalam tiga kategori: hijau untuk organik, kuning untuk anorganik, dan merah untuk limbah berbahaya.

Bagi masyarakat yang belum memiliki tempat sampah tiga warna, pemilahan tetap diharapkan menggunakan kantong plastik berwarna sesuai kategori. Pemkot juga menyiapkan 1.300 unit kontainer plastik besar, 200 di antaranya sudah tersedia dari dukungan komunitas dan pelaku usaha.

Kontainer RT akan menjadi titik awal pengumpulan sebelum diangkut ke kontainer besi di tingkat kelurahan. Lokasinya ditempatkan jauh dari pemukiman padat demi menghindari gangguan bau dan estetika lingkungan.

Wali Kota Kupang menekankan pentingnya disiplin pengangkutan sampah. “Jika tidak diangkut setiap hari, sampah meluber dan itu yang menimbulkan keluhan masyarakat,” tegasnya.

Untuk menunjang pengangkutan, Pemkot telah menyiapkan armada tambahan, mulai dari truk armroll hingga motor listrik. Sebanyak 68 unit kontainer besi akan ditempatkan di titik-titik rawan pembuangan liar.

Sarana tersebut didukung dengan sistem digital. CCTV, papan jadwal, dan pemantauan truk secara real-time lewat aplikasi akan diterapkan untuk memastikan pengangkutan berjalan lancar.

Tak hanya itu, pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di setiap kecamatan juga tengah dipercepat. TPST ini dilengkapi mesin pencacah plastik, pengolah kompos, maggot, dan sistem conveyor pemilah.

Christian menjelaskan bahwa TPST juga akan menjadi pusat bank sampah dengan harga dasar yang distandarisasi. “Tujuannya agar masyarakat memperoleh keuntungan dan transparansi terjaga,” katanya.

Program ini bukan sekadar urusan kebersihan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru. Pemulung dan warga sekitar TPST akan diberdayakan untuk terlibat dalam proses pemilahan dan pengolahan.

Demi memastikan keberlanjutan, Pemkot berkomitmen memberikan insentif tambahan kepada para awak kebersihan. Hal itu ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis.

Serena dan Christian berjanji akan terus meningkatkan kesejahteraan awak kebersihan, termasuk pemeriksaan kesehatan rutin karena tingginya risiko paparan penyakit.

Waktu kerja para petugas akan ditata ulang dan disosialisasikan agar selaras dengan sistem baru. Christian berharap seluruh petugas tetap semangat menjalankan tugas mereka.

Salah satu awak kebersihan menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah. Ia juga mengusulkan pembangunan kantor UPTD Pertamanan di Taman Nostalgia sebagai pusat koordinasi kebersihan.

Sebagai langkah inovatif, Pemkot Kupang akan meluncurkan Call Center pengaduan berbasis AI. Teknologi ini mencakup layanan pengolahan bangkai hewan dan ranting pohon lewat metode maggot atau lalat tentara hitam.

“Ini bukan sekadar program kebersihan, tapi gerakan perubahan. Jika ingin pergi jauh, kita harus berjalan bersama-sama,” pungkas Christian, menutup diskusi hangat penuh semangat di tengah para pejuang kebersihan Kota Kupang.

(Desy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *