Tinjau Pembangunan Irigasi LOKURATA, Ketua dan Anggota DPRD Sumba Tengah Kecewa Pembangunan Tidak Memberikan Aspek Manfaat Yang Bisa Dinikmati Masyarakat

SERGAP.CO.ID

SUMBA TENGAH, || Ketua DPRD Kabupaten Sumba Tengah Arpud U. R. M. Lema, S.Pd., turun langsung melihat pembangunan Irigasi Lokurata yang berada di Desa Ngadu Olu, Kecamatan Umbu Ratu Nggay, pada Rabu (09/04/2025), sebagai bagian dari kegiatan Uji Petik Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Sumba Tengah Tahun Anggaran 2024.

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungan tersebut, Ketua DPRD bersama Wakil Ketua I Ignatius Umbu Tiba, Wakil Ketua II Eman Jurumana, SH., serta Anggota DPRD Lukas Renggi Malilinggu, SE., Ir. Daniel Anamuli, Yonatan Dina Ladu Bora, S.Pd., Marthen Ngadu Oly, ST., dan Umbu Sunga Pajukang, didampingi oleh Kepala Bidang Sumber Daya Air dari Dinas PUPR Sumba Tengah beserta staf teknis.

Peninjauan ini dilakukan dari hulu hingga ke hilir. Namun, hasil tinjauan di lapangan memunculkan kekecewaan dari Ketua DPRD.Ia menilai bahwa pembangunan irigasi tersebut belum memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung produktivitas pertanian warga setempat.

“Kami sangat menyayangkan kondisi di lapangan. Proyek yang seharusnya mendukung ketahanan pangan dan pertanian masyarakat, justru belum menunjukkan hasil yang bisa dirasakan langsung,” ujar Ketua DPRD.

Kondisi saluran irigasi yang tidak terkoneksi, ditambah minimnya dampak terhadap pengairan lahan warga, menjadi sorotan utama dalam kunjungan tersebut. Ketua DPRD menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan dan pelaksanaan proyek, termasuk keterlibatan pihak teknis dari awal hingga akhir pekerjaan.

Warga setempat pun turut menyampaikan kekecewaan terhadap pembangunan yang diharapkan memberi manfaat namun justru menimbulkan dampak negatif terhadap tanaman-tanaman mereka sebagai akibat dari pembangunan saluran irigasi yang tidak terkoneksi.

Tim Pansus LKPJ DPRD akan merangkum hasil tinjauan ini dalam dokumen Rekomendasi DPRD kepada Bupati Sumba Tengah untuk dilakukan perbaikan sehingga kegiatan pembangunan ini dapat memberikan output, outcome dan impact yang baik bagi masyarakat.

(Ss)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *