KAB. LAHAT, || Pemerintah Kabupaten Lahat melalui Bappeda menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026 di Gedung Kesenian Lahat pada, Senin, (24/03/25).
Musrenbang RKPD merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari unsur pemerintah daerah, DPRD, tokoh masyarakat, hingga perwakilan dari berbagai organisasi dan kelompok masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Bappeda Lahat Feriyansyah Eka Putra, ST.MM, mengatakan, pelaksanaan kegiatan musrenbang RKPD Kabupaten Lahat tahun 2025 didasari oleh undang-undang nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional kemudian undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah dan Permendagri nomor 86 tahun 2017 tentang tata cara perencanaan pengendalian dan evaluasi Pembangunan Daerah tentang RPJMD serta tata cara perubahan RPJPD, RPJP dan RKPR dan tujuan pelaksanaan musrenbang RKP ini bertujuan untuk menampung berbagai masukan dan usulan dari pemangku kepentingan dalam rangka penajaman penyelarasan dan penyempurnaan kerangka regulasi dan anggaran yang akan dituangkan ke dalam RKPD Kabupaten Lahat Tahun Anggaran 2026.
Sasaran, terjaminnya keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dan menyepakati permasalahan prioritas program kegiatan paku indikatif, indikator dan target kinerja serta lokasi. Selain itu juga penyelenggarakan program dan kegiatan pembangunan daerah dengan sasaran dan Prioritas pembangunan Provinsi Sumatera Selatan serta kegiatan yang merupakan kewenangan daerah kabupaten dengan program dan kegiatan desa yang diusulkan berdasarkan hasil musrenbang kecamatan,” ujar Feriyansyah.
Dalam kesempatan itu, Feriyansyah menambahkan, pihaknya menghadirkan langsung narasumber musrenbang RKPD berasal dari Bappeda Provinsi Sumatera Selatan.
Feriyansyah juga menjelaskan, peserta RKPD terdiri dari unsur forkopimda, unsur Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten Lahat, Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, unsur perangkat daerah di lingkup pemerintah kota Lahat, delegasi Kecamatan, instansi vertikal akademisi organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, BUMN BUMD, BUMS, Insan pers dan keterwakilan perempuan dan forum anak.
“Musrenbang RKPD ini adalah wadah untuk menampung aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Kami berharap, melalui forum ini, dihasilkan rencana pembangunan yang benar-benar sesuai dengan harapan dan kepentingan masyarakat Kabupaten Kabupaten Lahat, sesuai dengan visi dan misi Bupati Lahat H.Bursah Zarnubi, SE, dan Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih, SH.MH yaitu Menata Kota Membangun Desa,” sampainya mengakhiri pembicaraan.
Sementara itu, Bupati Lahat H.Bursah Zarnubi mengatakan, RKPD yang dilaksanakan hari ini dihadiri hampir seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Lahat. Mekanisme dalam rangka kita menyerap dan menggerakkan seluruh potensi masyarakat agar perencanaan pembangunan Ini diisi dan dikontribusi oleh seluruh lapisan masyarakat, karena perencanaan pembangunan itu adalah awal dari seluruh kebijakan yang akan memperlihatkan performasi pembangunan yang merefleksikan harapan dan cita-cita masyarakat Kabupaten Lahat.
“Karena itu mestinya otak dari maju mundurnya Kabupaten Lahat adalah Bappeda, yang saya maksud adalah para ahli demokratik, para ahli ilmuwan dan para ahli lainnya, yang mereka mengerti Bagaimana merancang suatu pembangunan untuk tujuan masyarakat Kabupaten Lahat. Sama fungsinya dengan pusat orang-orang pintar di seluruh Indonesia terkumpul di sana untuk merancang pembangunan agar seluruh anggaran yang digunakan oleh pemerintah betul-betul dimanfaatkan. Setiap satu rupiah uang negara yang dibelanjakan akan dipertanggungjawabkan dan mesti hasilnya dirasakan oleh masyarakat secara keseluruhan,” tegas Bursah.
Saya bilang sama Feri kemarin, saya ingin tahu berapa orang sebetulnya yang mengota i Bappeda di lahat ini ? Jawabnya hanya 3 orang, nah seharusnya kalian mesti punya 15 orang teman diskusi karena otaknya Lahat di tangan kalian, kalau enggak punya otak ya enggak bakal Jalan Pembangunan kita, karena itu yang akan datang berikut orang yang banyak menguasai ilmu demokratik, ya kalau birokrasi tidak tahu lah, mesinnya begitu-begitu aja. Jadi seluruh transformasinya, kalau birokrasi kalau enggak dipecut enggak bergerak dia, Jadi kami sebagai kepala daerah mengharapkan suatu perencanaan yang menyerap seluruh aspirasi masyarakat itu adalah salah satu cara kita menangani berbagai kendala dan tantangan pembangunan, baik sosial, ekonomi politik maupun aspek-aspek lain yang mempengaruhi ekosistem kita di dalam merancang pembangunan Kabupaten Lahat. Karena saya selalu bilang setiap rupiah uang yang masuk ke dalam kabupaten Lahat adalah hasil pajak rakyat, karena itu jangan kita menyia-nyiakan uang rakyat, stop memperkaya diri sendiri dan bantulah orang-orang miskin diluar sana,” sampainya.
Selain itu, Bursah juga menekankan agar diadakan perbaikan yang menyeluruh terhadap fasilitas sekolah SD, SMP maupun RSUD Lahat.
Sebelum 100 hari kerja kami sebagai Bupati dan wakil Bupati, permasalahan fasilitas rusak seperti WC sekolah, WC RSUD Lahat segera diperbaiki, kalau tidak silahkan mundur saja dari jabatan kepala dinas atau PLT Direktur RSUD Lahat, katanya menegaskan.
(Agusman)