KUPANG, || Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) meminta dukungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II untuk mengatasi masalah banjir yang merusak pemukiman, lahan pertanian, dan infrastruktur di wilayah tersebut.
Permintaan ini disampaikan Penjabat Bupati TTS, Drs. Seperius Edison Sipa, M.Si, dalam pertemuan dengan pimpinan BBWS NT II di Kota Kupang, Rabu (8/1/2025).
Pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat terkait dari Pemkab TTS.
Dalam diskusi tersebut, Pj. Bupati TTS menyampaikan berbagai permasalahan mendesak, termasuk perlunya proteksi pilar Jembatan Fatukopa menggunakan bronjong untuk menjaga konektivitas antara Kota Soe dan Kecamatan Mollo Barat. Selain itu, penanganan banjir Sungai Linamnutu yang sering merendam pemukiman dan lahan pertanian juga menjadi perhatian utama.
“Kami membutuhkan solusi permanen, seperti pembangunan bronjong di sejumlah sungai yang rawan banjir. Langkah ini penting untuk melindungi masyarakat dari ancaman banjir yang terus berulang setiap tahun,” ujar Seperius Sipa.
Ia juga mengusulkan pembangunan DAM pengendali di Sungai Noemuke untuk mencegah banjir di wilayah Bena yang selama ini menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten TTS sebelumnya telah melakukan langkah darurat untuk menangani banjir. Namun, solusi permanen dinilai sangat diperlukan.
“Kami berharap BBWS Nusa Tenggara II dapat membantu memberikan solusi teknis yang lebih berkelanjutan demi keamanan dan kesejahteraan masyarakat TTS,” tambah Sipa.
Kepala Bagian Tata Usaha BBWS NTT II, Kris M.B. Lake, SE., MM, menyatakan kesiapannya untuk mempelajari usulan Pemkab TTS.
“Kami akan berkoordinasi dengan tim teknis untuk melihat langkah-langkah apa saja yang dapat dilakukan, baik dalam jangka pendek maupun panjang,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan SDA BBWS NTT II, Bernadeta Tea, S.ST., MT, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dalam penanganan banjir. “Kami akan mendukung upaya Pemkab TTS melalui perencanaan yang terintegrasi untuk menciptakan sistem pengendalian banjir yang efektif,” ujarnya.
Kolaborasi antara Pemkab TTS dan BBWS NTT II diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan. Dukungan ini juga dinilai penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terdampak bencana banjir selama bertahun-tahun.
“Dengan kerjasama ini, kami berharap masyarakat TTS tidak lagi khawatir menghadapi musim penghujan. Infrastruktur yang memadai akan memberikan rasa aman dan meningkatkan produktivitas warga,” pungkas Seperius Sipa. Pertemuan ini menjadi awal yang baik untuk langkah nyata dalam menanggulangi permasalahan banjir di Kabupaten TTS.
(Dessy)






