KUPANG, || Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Majelis Jemaat Perempuan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Jemaat Imanuel Petu, dengan tekad yang kokoh dalam memerangi kekerasan terhadap anak di dunia maya, telah mengambil langkah revolusioner dengan menggandeng yayasan Childfund Internasional untuk memberikan pelatihan “Swipe Safe” bagi orang tua.
Dengan maraknya berbagai kasus kekerasan terhadap anak yang terpampang di media sosial, Pnt. Maria Penun-Lassa dan Makdalena Titi-Neno Nekin, bersama dengan Pengurus Perempuan Lingkungan 1-4 Jemaat Imanuel Petu, telah memimpin upaya ini untuk meneguhkan kesadaran akan keamanan online di kalangan jemaat.
Pelatihan tersebut diselenggarakan pada Rabu (12/6/2024) di lingkungan Jemaat Imanuel Petu, dengan dihadiri oleh Ketua Majelis Jemaat, Pdt. Ellen Bailaen-Manafe, S.Si (Teol), yang menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat memberikan pemahaman yang mendalam kepada orang tua tentang dampak positif dan negatif dari penggunaan media digital.
“Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, orang tua akan lebih siap dalam mencegah dan melindungi anak-anak dari potensi kekerasan di media sosial,” ungkap Pdt. Ellen.
Beliau juga berencana untuk mengusulkan ide serupa kepada pihak lain di gereja agar dampak positif dari kegiatan ini dapat diperluas hingga ke tingkat yang lebih luas.
Kehadiran Pdt. Adelfina Doko-Hege, S. Th, dan Pdt. Marselina Saetban-Maufa, S. Th, dari Gereja Anak Sulung Sikumana turut menjadi inspirasi, dengan mereka mengajak fasilitator Childfund untuk berbagi pengetahuan dan praktik baik ini di gereja mereka.
Meskipun kuota peserta terbatas sesuai standar pelayanan dari Childfund, kegiatan ini telah menjadi langkah positif dalam memperkuat pengetahuan dan kesadaran akan keamanan online. Pretest dan posttest yang terhubung langsung dengan Childfund Australia menjadi indikator keberhasilan dalam mengukur pemahaman para peserta.
Langkah yang diambil oleh UPP Perempuan GMIT Imanuel Petu ini diharapkan akan menjadi pendorong bagi upaya-upaya serupa dalam melindungi anak-anak dari bahaya di dunia maya.
(Dessy)






