AMFOANG, || Harga beras premium di wilayah Amfoang Kabupaten kupang dalam tiga bulan terakhir meroket hingga mencapai Rp20 ribu per kilogram.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kupang, Christian Koroh, Selasa (05/3) di ruang kerjanya mengatakan bahwa berdasarkan data akhir tahun 2023, harga beras premium di kabupaten kupang berada pada angka Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram.
“Namun memasuki tahun baru 2024, mengalami kenaikan signifikan yakni dari Rp16 ribu
Hampir di sejumlah kecamatan yang jauh dari ibu kota kabupaten kupang dan kota kupang, seperti wilayah Amfoang mengalami kenaikan hingga mencapai Rp20 ribu per kilo gram,”beber Chris Koroh.
Dijelaskan Chris Koroh, sesuai pantauan harga beras di Kabupaten kupang tidak jauh berbeda dengan Kota Kupang. Seperti di pasar Oesao. Semua jenis beras premium mengalami naik, hal tersebut terjadi sejak januari 2024 dan hingga maret 2024 ini. Posisi saat ini berada pada harga Rp17 hingga Rp19 ribu per kilogram.
Sementara, harga beras jenis premium di wilayah amfoang mengalami kenaikan harga yang signifikan, yakni mencapai Rp20 ribu per kilo gram.
Hal tersebut terjadi karena jarak dan kesulitan pengiriman beras ke wilayah amfoang. Dan naiknya harga beras premium di Kabupaten Kupang tentunya di Wilayah Amfoang ikut naik,”jelasnya.
Menurut Chris Koroh, harga beras yang meroket tersebut tidak mempengaruhi harga beras bulog. Dimana untuk beras bulog jenis premium sendiri di pasar oesao berada pada harga Rp14 ribu hinga Rp14.500 rupiah per kilogram.
Kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh sejumlah wilayah di Kabupaten Kupang yang saat ini masih dalam masa tanam satu.
Kita berharap secepatnya ada upaya penanganan untuk menekan harga beras yang sedang naik di wilayah amfoang.
“Selain itu juga, kita akan lakukan kordinasi dengan Perum Bulog untuk lakukan operasi pasar di tiga titik. Namun saat ini, kita masih berkoordinasi dengan para camat untuk menentukan titik operasi pasar,”jelasnya.
Dibeberkan Koroh, harga gula pasir saat ini naik cukup tinggi yang sebelumnya Rp550 ribu per karung, saat ini sudah Rp850 ribu perkarung. Sementara untuk komoditi lain seperti lombok permintaannya tinggi, tapi pasar bisa imbangi, tepung harganya turun, minyak goreng, telur dan susu harganya tidak berubah.
(Dessy)






