Mengharapkan Kepastian,Soal Lahan di Kampung Teluk Dalam Bintan, Warga Surati Dan Temui Kades Malang Rapat

Mengharapkan Kepastian,Soal Lahan di Kampung Teluk Dalam Bintan, Warga Surati Dan Temui Kades Malang Rapat

SERGAP.CO.ID

BINTAN, || Lahan milik warga Kampung Teluk Dalam dan Kampung Kampe Desa Malang Rapat,Kabupaten Bintan,Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang dibebaskan oleh PT. BMW (PT. Buana Mega Wisatama), sekitar tahun 1990 an kini jadi bahan pertanyaan warga.

Bacaan Lainnya

Pasalnya dari kesepakatan warga yang lahannya dibebaskan dengan pihak perusahaan,akan direlokasi ke Kampung Pemukiman yang sediakan perusahaan.

Mengharapkan Kepastian,Soal Lahan di Kampung Teluk Dalam Bintan, Warga Surati Dan Temui Kades Malang Rapat

Namun sampai kini apa yang dijanjikan perusahaan kepada warga masih belum jelas. Bahkan, mirisnya dokumen penyerahan lahan itu, disebut-sebut hilang dari kantor desa Malang Rapat.

Untuk memastikan Nasib warga yang menunggu bertahun-tahun akan janji yang diharapkan. Akhirnya warga Kampung Teluk Dalam dan warga Kampung Kampe ,menyerahkan surat permohonan secara langsung ke kantor Desa Malang Rapat, Agar perangkat Desa memediasi warga dengan pihak perusahaan dan menanyakan keseriusan perusahaan tersebut untuk memberikan lahan yang pernah dijanjikan.

Dikoordinir Saverius Boli Al Rahman, surat permohonan yang berlampirkan puluhan tandatangan warga Kampung Teluk Dalam dan Kampung Kampe itu, disampaikan ke kantor desa Malang Rapat.

Penyerahan Surat yang disampaikan warga,diterima langsung oleh Sakri, yang menjabat sebagai Kepala Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang. (22/02/2024).Penyerahan surat yang disampaikan warga, yang diadakan di salah satu ruangan kantor desa, disaksikan oleh Sekdes (Sekretaris Desa), Ketua BPD (Badan Pemberdayaan Desa) dan Kasipem (Kepala Seksi Pemerintahan) desa Malang Rapat.

Usai penyerahan, Sakri mengatakan, “sebelumnya kami dari kantor desa mengucapkan terimakasih kepada warga Kampung Teluk Dalam dan Kampung Kampe, karena telah menyerahlan surat ini. Dan kami barjanji akan menindaklanjutinya. Melalui kepala BPD, kami akan menyurati pihak BMW. Mudah-mudahan ada respon, “janji pak Kades di depan warga yang ikut dalam pertemuan itu .

Sebelum penyerahan surat itu, Boli (sapaan akrab Saverius Boli Al Rahman-red) mengatakan, “kami datang ke kantor ini, untuk meminta kepada pihak kantor desa, agar mau memediasikan persoalan kami ini ke pihak PT. BMW. Karena kami tau, kantor desa ini adalah tempat pengaduan kami terkait permasalahan ini. Dan tak mungkin permasalahan ini langsung kami bawa ke ranah hukum. Dan satu lagi pak, kami berharap, dalam seminggu ini, sudah ada jawaban dari bapak, “sebut Boli tegas, di hadapan warga yang ikut menyerahkan surat tersebut.

Dihari yang sama Tim investigasi mengkonfirmasi Jefri, yang merupakan salah seorang pihak PT. BMW melalui layanan WA ke Ponsel nya, (22/02/2024). Namun sayang, ditunggu sampai beberapa saat, Jefri terkesan enggan menjawab.

Pertemuan antara warga dari kedua Kampung itu terbilang singkat. Tapi, warga merasa puas. Apalagi pak Kades berjanji akan menindaklanjuti dan akan menyurati pihak PT. BMW dalam waktu dekat ini.
(Maniur).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *