Kab. Bandung // Salah seorang pemborong yang sedang mencuat namanya di kalangan media maupun sesama rekanan, yang dikenal dengan panggilan Apoy, menyatakan bahwa selama dirinya berkecimpung di dunia pembangunan sebagai rekanan pemerintah, berusaha maksimal dalam pengerjaan yang diberikan padanya.
Dirinya yang awalnya merupakan aktivis salah satu ormas, yaitu Pemuda Pancasila, merasa bersyukur bahwa sebagai rekanan, pemkab Bandung masih mempercayai dirinya dalam pengerjaan infrastuktur seperti jalan maupun TPT. Pada Rabu (20/12/23).

“Saya selalu berusaha mengerjakan proyek sesuai dengan spek atau aturan yang berlaku. Karena kepercayaan bagi pengusaha itu adalah yang sangat penting” cetusnya saat berbincang di lokasi pengerjaan TPT di wilayah Banjaran.
Sebagai rekanan yang bekerjasama dan ditunjuk oleh pemerintah melalui proses yang dilaksanakan oleh Dinas, Apoya yang berasal dari Malajaya ini memegang menjunjung komitmen tinggi. Baginya jika pekerjaannya bagua, maka pemerintah akan menilai bagus dan mungkin ke depan akan mendapatkan lagi proyek, baik melalui Penunjukkan langsung atau melalui Tender.

“Bagaimana pemerintah mau percaya jika kita jelek dalam pengerjaan proyek. Untuk itu pekerjaan harus memuaskan karena nantinya pekerjaan kita akan dinilai oleh masyarakat dan digunakan juga oleh masyarakat”sambungnya. Apoy yang sudah malang melintang dalam dunia proyek, selalu mengedepankan aspek silaturahmi. Menurutnya silaturahmi itu penting, terutama saat dirinya da tim akan melaksanakan suatu pekerjaan di suatu tempat.
Terlebih dulu ia akan menghubungi pemerintahan setempat, tokoh masyarakat maupun tokoh pemuda. Para pekerja sebagian diantaranya harus berasal dari daerah setempat, dan itu sebagai salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat. Selama ini ia tidak mengalami kendala yang berarti sehingga dimanapun ia mendapatkan pekerjaan, selalu berjalan lancar.
Yang penting, menurut Apoy, dirinya selalu Wellcome terhadap siapapun yang datang, baik itu masyarakat, ormas, LSM, maupun Wartawan yang meliput kegiatan pembangunan yang melibatkan anggaran pemerintah.
Apoy tidak menampik bahwa sebagai rekanan, dirinya akan berinteraksi dengan berbagai elemen, dan ia menyikapinya sebagai bentuk persaudaraan.
Yang terpenting baginya sebagai pengusaha, ia bekerja dengan baik agar kepercayaan pemerintah tetap terjaga. Ia berharap ke depan akan banyak generasi muda yang mengikuti jejaknya untuk bergelut d bidang kontruksi.
(zrn)**






