SERGAP.CO.ID
SUMBA TIMUR, || Pantauan media dipelabuhan Sumba Timur beberapa Minggu lalu bahwa kapal penumpang penyebrangan dari kupang menuju kabupaten Sumba Timur diatas kapal KM Ranaka,KM Lakaa,KM Cakalang 2,hewan seperti babi dan penumpang campur baur turun di atas kapal tersebut.
Sebagian para penumpang merasa kesal dan tidak nyaman saat berada diatas kapal karena aroma kotoran babi,padahal kapal penyebrangan khusus para penumpang bukan muat hewan seperti babi,karena hewan yang masuk keluar dari kabupaten atau provensi tersedia kapal khusus muatan hewan karena para penumpang yang ada di atas kapal harus nyaman dalam perjalanan.
Dikatakan salah satu penumpang yang tidak Mau disebutkan namanya menyatakan pada media saat turun di pelabuhan Waingapu,Saat kami berada diatas kapal Fery dari Kupang menuju pelabuhan Waingapu merasa tidak nyaman karena aroma kotoran babi,untuk itu,kami himbau kepada Pelni untuk melarang hewan seperti babi tidak lagi muat diatas kapal penumpang walaupun di atas mobil.
Banyak penumpang kebanyakan tidur dibawah car dek sehingga harus menyatu dengan hewan seperti babi.realita yang sering terjadi pada hari Senin dan Kamis terlihat kapal Fery Penyebrangan Kupang menuju waingapu muat babi sembarangan,lihat saja digambar,sehingga menimbulkan aroma tidak enak diatas kapal,”pungkasnya.
Yang intinya harus mengikuti regulasi yang ada yang artinya tidak dibenarkan babi muat di atas kapal penyebrangan,sekali lagi kami para penumpang kapal Fery yang sering menggunakan jasa penyebrangan menghimbau kepada pihak atau instansi yang berwewenang yaitu Karantina Hewan dll termasuk Otoritas jasa penyeberangan dalam hal ini PT. ASDP untuk melarang muat babi diatas kapal Fery,”harapannya
(Timss**)






