SERGAP.CP.ID
KUPANG, || Dr. Samuel Haning, S.H., M.H., Ketua APTISI wilayah XV NTT, mengungkapkan keprihatinannya terkait ancaman penutupan beberapa perguruan tinggi swasta (PTS) di wilayah tersebut.
Pada Jumat, 1 September 2023, Dr. Haning menjelaskan bahwa belum ada pendekatan yang memadai terhadap masalah ini.
Menurutnya, APTISI bersedia memberikan motivasi dan dukungan penuh kepada PTS di NTT. Salah satu isu yang mereka hadapi adalah kurangnya minat mahasiswa untuk masur PTS yang memiliki mahasiswa di bawah 1000, dan APTISI berjuang untuk mencegah penggabungan semacam itu oleh perguruan tinggi negeri (PTN).
Dr. Haning berkomitmen untuk memperjuangkan pembatasan kuota mahasiswa PTN oleh pemerintah.
Ia juga menegaskan bahwa kualitas pendidikan di PTS tidak kalah dengan PTN. Menurutnya, mahasiswa akan mendapatkan ilmu yang sama di mana pun mereka belajar.
Dr. Haning menekankan bahwa kualitas pendidikan bergantung pada komitmen dan keseriusan mahasiswa dalam belajar, bukan hanya pada asal usul dosen. Ia juga menyoroti kontribusi positif PTS dalam dunia pendidikan dan menciptakan generasi berkualitas.
Dr. Haning berharap agar pemerintah, khususnya Menteri Pendidikan dan Ristek, mempertimbangkan pembatasan kuota siswa untuk PTN. Ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu memilih PTS untuk meraih cita-cita mereka, karena mutu pendidikannya setara dengan PTN.
Ia mendorong setiap anak untuk fokus pada pendidikan mereka sendiri.
(Desi)






