SERGAP.CO.ID
KOTA BIMA,|| PT. Citra Putra Indarab (CPI) bagai Monster raksasa yang ingin di tumbang secara rame-rame oleh Sejumlah Aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Koalisi Lsm Ntb Raya yang di pimpin oleh Kurniawan, S.Sos Ketua KPSPI melaporkan Pt. Citra Putra Indarab (CPI) Cabang Bima ke Polres Bima Kota, senin (16/1/2023) sekira pukul 13:10 WITA.
Dalam laporan polisi Nomor : STTLP/K/58/I/2023/NTB/ Res Bima Kota tanggal 16/1/2023 dengan dugaan Pemerasan dalam proses rekrutmen Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang di lakukan oleh Pt. CPI.
Ketua KPSPI Kurniawan, S.Sos kepada wartawan mengatakan, ada sepuluh Lsm yang tergabung dalam Koalisi Lsm Ntb Raya melaporkan Pt. Cpi atas dugaan pemerasan terhadap sejumlah Cpmi yang di rekrut, misalnya Cpmi yang sudah di tampung di Pt selama berbulan-bulan namun tidak di terbangkan ke negara penempatan berdasarkan perjanjian awal antara Cpmi dengan pihak Sponsor Pt. Cpi, yang seharusnya perusahaan memulangkan Cpmi yang bersangkutan kepada keluarganya bila sudah melebihi jangka waktu paling lama tiga bulan di penampungan. Papar Kurniawan.

“Kami melaporkan Pt. Cpi Cabang Bima karena meminta sejumlah uang ganti rugi kepada Cpmi yang nilainya jutaan rupiah, yang padahal Pt juga harus bertanggung jawab atas keterlambatan proses penempatan yang sudah melebihi perjanjian awal”. Terang ketua KPSPI.
Ketua KPSPI Kurniawan, S.Sos yang akrab di sapa Dae Iwan itu menambahkan, kami sangat sesalkan tindakan Pt. Cpi yang menuntut ganti rugi puluhan juta kepada CPMI yang mengajukan Ijin pulang (IP) atau mengundurkan diri (MD) karena sudah sangat lama berada dalam penampungan perusahaan, padahal tuntutan cpmi itu menuntut Haknya yang sudah di atur oleh Undang-undang No 18 tahun 2017 tentang PPPMI. tutur Iwan.
Tidak di jelaskan dalam laporan Koalisi Lsm Ntb Raya Cpmi siapa saja yang di duga korban pemerasan, namun akan di jelaskan pada proses pengembangan penyelidikan penyidik polres bima kota secara detail nantinya. Lanjut Iwan.
“Nanti akan kami ajukan semua bukti-bukti maupun saksi-saksi di meja penyidik” katanya.
Sementara Kepala Cabang PT. CPI Cabang Bima Sahbudin, S.Pd di konfirmasi melalui via Hp mengungkapkan, adapun teman-teman LSM melaporkan adanya dugaan Pemerasan yang di lakukan oleh Pt. CPI itu sama sekali tidak benar. Ungkapnya.
“Ya melaporkan adanya dugaan pemerasan yang di lakukan oleh Pt. Cpi cabang bima itu haknya teman-teman aktifis, adapun benar atau tidaknya nantikan ada proses penyelidikan” jawabnya dengan nada santai.

Sahbudin menuturkan, proses rekrutmen CPMI itu melalui prosedur hukum, dan antara Cpmi dengan Perusahaan itu ada ikatan kontrak, salah satunya sanggup mengembalikan ganti rugi perusahaan bila cpmi mengundurkan diri. Dan kalau ijin pulang ada jaminanya, nanti kalau cpmi yang bersangkutan kembali lagi ke pt, maka jaminan itu akan di kembalikan. Jelas Budi.
“Saya katakan dengan tegas, bahwa kami pihak pt. Cpi tidak merasa melakukan pemerasan dalam proses rekrut Cpmi seperti yang duga oleh teman-teman lsm.
“Saya selaku Kepala Cabang PT Citra Putra Indarab (CPI) cabang Bima Sahbudin, S.Pdi dan semua rekan2 sponsor resmi melaporkan pemilik akun media sosial (Facebook) Daela Dinda atas dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik di Polres Bima Kota”, Senin (16/1/2023).
bahwa, dari postingannya pada 5 hari yang lalu, akun Daela Dinda menulis beberapa kalimat yang diunggah seperti, “Kepala cabang PT cpi Bima adalah otak di balik terlantarx calon TKW asal Bima yg di kurung selama 8 bulan di penampungn”.
“Otak kejahatan di balik terlantarnys calon TKW asal Bima adalah saudara kepala cabang PT cpi Bima dan bermain cantik dgn pihak dinas Tenaga kerja kabupaten Bima”
“Atas postingan itulah dasar kami melaporkan ke Polres Bima Kota. Pada Kamis (12/1/2023) kami masukan pengaduan, dan hari ini naik ke Laporan Polisi (LP),” kata saya sendiri selaku Kepala Cabang PT CPI Cabang Bima, Sahbudin, S.Pdi
Tak hanya itu, sebelumnya juga dalam postingannya akun tersebut menulis bahwa “Otak kejahatan Maafiaa perdagangn manusia adalah saudara direktur PT cpi jakarta”.
Atas postingan yang diunggahnya pada Rabu (11/1/2023) itu, beragam komentar yang membela PT CPI. Bahkan Direktur PT CPI melalui akun resminya bernama Livian Asnawiyah ikut komentar dan menyanggah atas postingan akun Daela Dinda.
Dalam komentarnya, Livian Asnawiyah berbicara tegas “Pak kamu ada masalah dengan saya ? saya adalah direktur PT CPI ? perdagangan manusia seperti apa yang saya lakukan ?
perdagangan manusia di dalam dunia PJTKI adalah memberangkatkan secara ilegal tanpa melalui prosedur
tolong pertanggung jawabkan status anda jangan sampai anda sudah capek nulis nanti capek menjelaskan
saya tidak takut sama anda pak jangan menunjuk kan taring anda hanya di daerah anda saja,saya perempuan dan saya tidak takut dengan manusia seperti anda
suka ribut sama perempuan ? ayo saya tantang sekalian anda”.
Pembelaan Direktur PT CPI Pusat itu, merupakan komentar awal yang masuk pada postingan akun Daela Dinda, setelah akhirnya beragam komentar dari akun lain, termasuk akun Livian Asnawiyah.
“Postingan tersebut juga membuat nama baik perusahaan PT CPI menjadi rusak. Terlebih dikatakan PT CPI ini merupakan sebagai otak perdagangan manusia atau human trafficking. Sementara kami memberangkatkan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) secara resmi atau legal,” kepala cabang dengan tegas menjelaskannya.
Sementara itu, dari dalam ruangan Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Reskrim Polres Bima Kota, terlihat Penyidik pun telah memeriksa sejumlah saksi untuk memperkuat laporan Pelapor.
Satu persatu para saksi diperiksa terkait postingan itu. Dan kini laporan tersebut menjadi atensi Polres Bima Kota untuk dituntaskan.
“Benar, laporan terkait Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) telah masuk ke kami untuk ditindaklanjuti. Para saksi pun telah kami periksa,” jelas salah seorang penyidik Tipidter yang tidak ingin disebutkan namanya”
Secara terpisah, Direktur PT CPI di jakarta, (Livian Asnawiyah) menambahkan, dalam kasus ini pula ia akan melaporkan secara terpisah di Mabes Polri sepulang dari Negara Taiwan.
“Untuk postingan yang menyebut Direktur PT CPI Jakarta sebagai otak kejahatan mafia perdagangan manusia, ini saya akan laporkan terpisah di Mabes Polri setelah saya tiba di Indonesia,” pungkasnya.
(Reporter : Obama Bima)





