SERGAP.CO.ID
KOTA TASIKMALAYA, || Menggunakan QR Code Pembayaran wajib menerapkan QRIS. Kondisi ini membuat para pelaku UMKM harus dapat mempertahankan usaha dengan menciptakan permintaan akan produknya. Berbagai kebijakan pemerintah dikeluarkan untuk mendukung UMKM seperti meningkatkan Literalisasi Digital. Diharapkan melalui literal isasi digital dapat menunjang keberhasilan Kebijakan Quick Response Code Indonesian Standard disingkat QRIS (dibaca KRIS) adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code. QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

Semua Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran yang akan menggunakan QR Code Pembayaran wajib menerapkan QRIS. QR Code itu merupakan sebuah kode matriks 2 dimensi, terdiri atas penanda tiga pola persegi pada sudut kiri bawah, sudut kiri atas dan sudut kanan atas, memiliki modul hitam berupa persegi, titik atau piksel, dan memiliki kemampuan menyimpan data alfanumerik, karakter dan simbol.
Dalam rangka sosialisasi dan edukasi Qris (Quick Respon Code Indonesian Standard) Bank Indonesia Bagi pelaku UMKM di Kota Tasikmalaya dengan tema ” digital Payment Menuju Digital Management ” Bersama Anggota DPR/MPR RI fraksi partai Demokrat Dapil Jabar XI Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Garut dan Kepala Pimpinan Wilayah Bank Indonesia Tasikmalaya.
Acara yang di selenggarakan pukul 9:00 Wib yang di iringi tarian dalam penyambutan Hj. Siti Muffatahah, Psi., MBA Anggota DPR/MPR RI fraksi partai Demokrat Dapil Jabar XI Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Garut dan Bapak Aswin Kosotali Kepala Pimpinan Wilayah Bank Indonesia Tasikmalaya, di Rumah Makan Sambel Hejo Jl. Letjen Mashudi No 40 Kelurahan Sukahurip Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Selasa 27 Desember 2022.
Anggota Komisi XI DPR RI Hj. Siti Muffatahah, Psi., MBA berharap inovasi kehadiran pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mampu memajukan UMKM di Indonesia Khususnya Kota Tasikmalaya. Hal itu sejalan dengan visi Sistem Pembayaran Indonesia 2025, bahwa akan terjadi inovasi layanan pembayaran digital berbasis QR Code.
“Nah, Bank Indonesia melihat hal ini sebagai sebuah manfaat untuk mendorong efisiensi ekonomi, mempercepat inklusivitas keuangan, dan memajukan UMKM,” Ujar Hj. Siti Muffatahah saat memberikan sambutan dalam Sosialisasi QRIS kerja sama dengan Bank Indonesia di Kota Tasikmalaya Jawa Barat. Selasa (27/12/2022).
Anggota DPR RI ini menjelaskan sistem pembayaran saat ini terus berevolusi dengan tiga unsur penggerak, yaitu inovasi teknologi dan model bisnis, tradisi masyarakat, dan kebijakan otoritas pemerintah. Bahkan, dalam satu dekade terakhir, terjadi gelombang digitalisasi kehidupan yang mengubah secara drastis perilaku masyarakat.
“Sehingga, kehadiran uang elektronik berbasis chip maupun server based mengubah pola pembayaran yang menuntut serba mobile, cepat serta aman melalui platform antara lain web, mobile, Unstructured Supplementary Service Data (USSD) dan SIM Toolkit (STK),” Pungkasnya politisi Partai Demokrat berlambang mersi tersebut.
Diketahui, QRIS adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code. QRIS dikembangkan industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Semua PJSP yang akan menggunakan QR Code Pembayaran wajib menerapkan QRIS.
(RZ/Asep S)






