SERGAP.CO.ID
NTB, || Presiden Joko Widodo diagendakan datang lagi ke Provinsi NTB pekan depan. Rencana kedatangan presiden untuk meresmikan Bendungan Beringin Sila di Kabupaten Sumbawa.
”Rencananya seperti itu. Ada peresmian Bendungan Beringin Sila,” kata Sekda NTB Lalu Gita Ariadi.
Gita mengatakan, forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) telah menggelar rapat persiapan, menyambut kedatangan presiden. ”Ini terus kami matangkan persiapannya,” ujar Gita.
Presiden Jokowi diagendakan datang ke NTB untuk meresmikan Bendungan Beringin Sila pada pertengahan pekan ini. Dalam rencana awal, Presiden tidak akan menginap di NTB. Setelah meresmikan bendungan, Jokowi akan bertolak ke Jawa Timur untuk melanjutkan kunjungan kerjanya.
”Sekarang masih tentatif. Tapi di koordinasi awal, itu kunjungan kerja ke NTB dan Jawa Timur. Kalau seperti itu, berarti singkat waktu di sini,” jelas Gita kepada Lombok post.
Bendungan Beringin Sila merupakan satu dari enam bendungan proyek strategis nasional (PSN) yang dibangun di NTB. Selain Beringin Sila, lima bendungan lain adalah Tanju; Bintang Bano; Mila; Meninting; dan Tiu Suntuk.
Pembangunan Bendungan Beringin Sila diharapkan bisa mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan irigasi dan air baku. Terutama pada Kecamatan Utan dan Kecamatan Buer di Kabupaten Sumbawa.
”Kunci pembangunan di NTB adalah ketersediaan air. Adanya suplai air yang kontinyu dari bendungan, petani yang sebelumnya hanya tanam satu kali setahun, bisa menjadi dua sampai tiga kali tanam,” jelas Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam laman Kementerian PUPR.
Pembangunan Beringin Sila dimulai Januari 2019 dan ditargetkan rampung Desember 2022. Pemerintah pusat menggelontorkan anggaran hingga Rp 1,7 triliun untuk Beringin Sila. Dilakukan dengan dua paket. Paket I dikerjakan PT Abipraya-Mina (KSO) dan paket II melalui PT Nindya Karya-Lestari (KSO).
Konstruksi Bendungan Beringin Sila didesain dengan tinggi 70,5 meter, panjang 787,58 meter, dan lebar puncak 12 meter. Dengan total kapasitas tampungan 27,46 juta meter kubik dan luas genangan 126 hektare.
Bendungan ini nantinya mampu mengairi lahan seluas 3.500 hektare dan menghasilkan air baku sebesar 76 liter/detik untuk mendukung pertanian di Kabupaten Sumbawa.
Selain itu, kehadiran bendungan bisa memberikan manfaat untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) sebesar 1,4 MW; reduksi banjir sebesar 90,37 meter kubik/detik, serta potensi sebagai tempat pariwisata, perikanan tangkap, dan tempat konservasi.
Berbagai sumber yang di peroleh media ini, Presiden Jokowidodo
akan berkunjung di Bima.
Menyambut Kunjungan Kerja (Kunker) Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, yang rencananya pada 28 Desember 2022, Pemerintahan Kabupaten Bima telah mempersiapkan yang matang beberapa tempat yang akan di tinjau oleh Jokowi yakni meninjau rumah relokasi banjir di Desa Tambe Kecamatan Bolo.
Kedatangan Presiden RI di Bima bertujuan melihat langsung kondisi Rumah relokasi banjir yang anggaranya dari Pemerintah pusat sebesar Rp 36 miliar.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bima mengatakan Drs. H. Taufik Hak, M.Si mengatakan, Selain meninjau rumah relokasi di Desa Tambe, Presiden juga, akan melihat langsung Pasar Bolo yang dibangun dengan anggaran Rp 2,5 miliar dari Kementerian Perdagangan RI.
“Itulah agenda Kunker Bapak Presiden RI di Bima,” jelas Sekda, kepada Media Bimatoday, (23/12/2022) saat meninjau rumah relokasi banjir di desa tambe dan pasar Bolo.
Terkait Kunker Presiden RI di Kabupaten Bima, maka pihaknya melakukan berbagai persiapan seperti kebersihan serta memasang umbul-umbul serta bendera merah putih di sepanjang jalan sampai di rumah relokasi ini.
“Saya perintahkan Pantia untuk menyiapkan bendera merah putih dan umbul-umbul biar kelihatan bersahaja,” kata H.Taufik.
Lanjut Sekda, tentang kapan akan diisi rumah relokasi yang kosong? kata Sekda, secepatnya akan kita isi semuanya.
“Insya Allah, rumah relokasi akan terisi semuanya sebelum Presiden datang,” papar H. Taufiik.
Untuk itu, diharapkan pada seluruh masyarakat Kabupaten maupun yang ada di Kota Bima, agar sama- sama menjaga keamanan dan ketertiban selama presiden berkunjung ke bima.
“Saya imbau pada masyakarat, untuk menjaga ketertiban demi dan untuk kita semua,” tutup H.Taufik.
(Reporter : Obama Bima.)






