SERGAP.CO.ID
KOTA TASIKMALAYA, || Halal bihalal merupakan tradisi masyarakat Indonesia yang dilakukan setelah hari lebaran, baik oleh kalangan instansi pemerintah maupun organisasi atau mungkin juga lembaga pendidikan. Kegiatan ini tentu saja menjadi tradisi tahunan yang unik dan tetap dipertahankan.
Wakil Gubernur Jawa Barat H. Uu Ruzhanul, SE menghadiri acara Halal Bi Halal Ikatan Keluarga Minang (IKM) Tasikmalaya di Gedung GGM Dadaha Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat.

Kedatangannya, disambut oleh Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H. Aslim, SH., MH., serta diiringi tarian parsambahan khas adat Minangkabau Sumatera Barat dengan berpakaian adat Minang penutup kepala dan kain sarung. Sabtu (28/05/2022).
Dalam kesempatan itu, Wagub Uu mengatakan dirinya merasa senang dengan orang Minang. Karena dia sudah tahu dan kenal dengan orang Minang yang sudah berbaur semenjak sekolah di SMA.

“Saya dulu sering makan di warung Padang di Jl. Kalektoran. Kalau saya mau makan, saya cari warung Padang,” ucap Uu kepada awak media usai acara.
Menurutnya, kenapa dia senang dengan orang minang, karena orang minang tidak pernah buat masalah dan cepat berbaur “dimana bumi di pijak disitu langit di junjung” adalah peribahasa atau pepatah yang artinya kita harus bisa menyesuaikan diri dengan adat dan tempat tinggal, maknanya kita wajib menghormati adat atau aturan yang berlaku ditempat yang kita tinggal.

Lanjutnya Uu, Justru membangun ekonomi di sini, orang minang di sini rata-rata tidak ada pengangguran bahkan orang minang tidak membebani pemerintah. Artinya, tidak menjadi beban pemerintah untuk mencari lapangan pekerjaan, justru menciptakan lapangan kerja dan merekrut pekerja orang Sunda itu sendiri. Daerah akan maju kalau ada pendatang dan sebaliknya tidak akan maju kalau tidak ada pendatang.
“ Jakarta maju banyaknya pendatang. Kota Tasikmalaya juga maju karena banyak pendatang. Namun di Kabupaten Tasikmalaya kurang maju dikarenakan kurangnya pendatang. ”Katanya.
Selain itu, dirinya sangat menghargai datangnya orang minang ke Jawa Barat khususnya Kota Tasikmalaya. Karena orang minang sangat membantu ekonomi warga Jawa Barat.

Di tempat yang sama, Yunasril Ketua Ikatan Keluarga Minang Kota Tasikmalaya mengatakan, kurang lebih ada 13.000 orang minang di Tasikmalaya. Kegiatan Halal Bi Halal ini untuk mempererat Ukuwah Islamiyah dengan bersilaturahmi bersama warga minang baik yang ada di sini maupun yang ada di luar kota Tasikmalaya, karena pandemi dulu tidak dilaksanakan.
“Bersyukur pada tahun 2022 ini pandemi sudah longgar. Dan tentunya kita akan menyampaikan program ke depan untuk bisa berkontribusi dengan pemerintah dan masyarakat Tasikmalaya. “Pungkasnya.
Selanjutnya, kepada seluruh masyarakat minang yang ada di Jawa Barat Kami selaku pengurus Ikatan Keluarga Minang (IKM) Tasikmalaya mengucapkan terima kasih, terutama kepada ketua panitia dan pengurus Halal Bi Halal beserta para donatur yang telah mengorbankan tenaga dan materi atas terlaksananya acara ini. “Imbuhnya Yunasril Ketua Ikatan Keluarga Minang Tasikmalaya.
(Hendrizal)






