Dana Kompensasi Macet, PPL-MT Akan Adakan Aksi Demo Besar Besaran Putar Balek Angkutan Truk Batu Bara

Dana Kompensasi Macet, PPL-MT Akan Adakan Aksi Demo Besar Besaran Putar Balek Angkutan Truk Batu Bara

SERGAP.CO.ID

MERAPI TIMUR LAHAT, || Menindak lanjuti hasil rapat antara Asosiasi Holing Tambang Batu Bara (Pahala Red) Lahat dengan perusahaan pemegang IUP bahwa Asosiasi Houling Tambang ini di bekukan sementara (21/3) ini disebabkan dana kompensasi dampak debu dari Perusahaan batu bara yang jumlah ada 24 Perusahaan yang mau berkontribusi hanya 4 perushaan saja.selama tiga bulan terakhir ini.

Bacaan Lainnya

Menurut ketua Asosiasi Holing Tambang Batu Bara Lahat(pahala) Rozi Adriansyah.mengatakan dari pada menimbulkan fitnah dari masyrakat untuk sementara ini Asosiasi Houling Tambang Batu bara ini kita bekukan sementara. “Tegasnya.

Menyikapi hal tersebut PPL-MT yang di ketuai oleh Ibu Kartini untuk sementara ini mengambil alih pemberian kontribusi Konfensasi dari perusahaan batu bara yang sudah ada.sementara yang belum berkontribusi masih di beri waktu hingga pada tanggal 25 Maret 2022.

Dana Kompensasi Macet, PPL-MT Akan Adakan Aksi Demo Besar Besaran Putar Balek Angkutan Truk Batu Bara

Bila mana hingga waktu yang sudah di berikan masih juga perusahaan Perushaan tersebut belum juga berkontribusi, maka PPL-MT bersama warga yg terdampak debu akan mengadakan aksi damai demo putar balek semua angkutan truk batu bara tampa terkecuali hingga balek ke tambang masing masing. Ini pernyataan keras dari ketua Persatuan Peduli Lingkungan Merapi Timur Kartini.

” Kita sudah cukup bersabar memberikan toleransi terhadap perusahaan pemegang IUP selama ini akan tetapi semangkin kita kasih hati nampak para perusahaan ini melecehkan keperdulian nya terhadap warga yang terdampak Debu. “Ungkapnya.

Seperti nya para perushaan yang mengambil hasil di bumi Merapi ini merasa hebat dan merasa punya beacking besar.sehingga di kira nya rakyat tidak bertindak.

Di zaman era pemerintahaan bapak Presiden Jokowi dan Gubernur Sumsel bapak Herman Deru, jika memang perusahaan Batu bara yang berada di Merapi Area ini tidak peduli dengan dampak lingkungan maka Presiden dan Gubernur marah bila mana katanya di cabut saja izin nya.

Karena beliau berpesan berdiri perusahaan tambang batu bara swasta seharus nya memikirkan kesejateraan warga setempat maupun warga yang terdampak debu. “Tiru Kartini.

(Hermansyah)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *