SERGAP.CO.ID
SUNGAI PENUH, || Ada yang menarik, dan sering dilakukan oleh seluruh pejabat ASN Se indonesia. Terutama dengan mencuatnya dugaan kasus Korupsi SPPD fiktif di kantor Dinas Perindustrian dan Pengolahan Pasar Kota Sungai Penuh baru baru ini.
Dimana, dugaan korupsi anggaran perjalanan dinas yang menguras anggaran mencapai Puluhan Juta tersebut, dugaan uang SPPD fiktif tersebut terkuak ke publik, dikarenakan sang Kabid (Heriyusman) ternyata sudah terbiasa melakukan hal seperti itu atau disebut dengan uang “lJel” alias Uang Idak Jelas.
Hal ini terungkap, ketika awak media mengkonfirmasi salah satu staf di kantor tersebut dan ASN dilingkungan Sekretariat Dinas Perindustrian dan bidang Pengolahan Pasar, mereka pun minta namanya tidak dipublikasikan kemedia ini.
Sumber pun menjelaskan, pihaknya sama sekali tidak terkejut lagi. Karena, uang Ijel ini sudah berlaku sejak bertahun-tahun yang lalu, terlebih di kepemimpinan Hariyanto (Kadis) dan Heriyusman sebagai Kabid Pengolahan Pasar, Ternyata, hingga saat ini uang Ijel ini masih berlaku.
Sungguh Aneh,….seyogyanya Kabid Pengolahan Pasar (Heriyusman) dan beberapa orang Staff, melakukan pameran di Provinsi Jambi, dimulai dari tanggal 5 hingga 9 Januari 2022 ini.
Konon Heriyusman Tetap menggunakan SPPD Fiktif dan memasukan nama tenaga magang/honorer sebanyak 2 orang serta memasukkan nama beberapa staffnya yang bernama Joni Kartipa dan Efendy untuk meraup keuntungan secara pribadi.
Disisi lain, salah satu ASN yang juga namanya enggan disebutkan, tidak menampik istilah uang “Ijel” tersebut. Karena Ia sempat mengaku, pernah merajuk gara-gara tidak diberikan kesempatan melakukan pendampingan perjalanan dinas ke luar kota.
Padahal, dirinya selaku ASN memiliki kewenangan untuk melakukan pendampingan. Alhasil, dirinya diberikan kesempatan melakukan perjalanan dinas ke luar kota menggunakan transportasi darat, mulai dari ke Jambi, Palembang hingga wilayah lainnya.
(Rusdi Purnama)






