KUPANG, || Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dengan gejala seperti batuk dan pilek, menjadi salah satu penyakit yang paling banyak ditangani UPTD Puskesmas Penfui, Kota Kupang.
Selain ISPA, penyakit diare serta gangguan kesehatan gigi dan mulut juga menjadi perhatian tenaga kesehatan.
Kepala UPTD Puskesmas Penfui, drg. Hariyono, menjelaskan bahwa perubahan cuaca menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai masyarakat karena dapat memengaruhi kesehatan saluran pernapasan.
Sementara itu, kasus diare yang ditangani disebut masih terkendali.
Selain kedua penyakit tersebut, masalah kesehatan gigi dan mulut juga menjadi perhatian, terutama karies atau gigi berlubang yang telah mencapai saluran akar dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Dalam mendukung pelayanan kesehatan, Puskesmas Penfui memiliki dua dokter umum berstatus pegawai negeri sipil (PNS), satu dokter gigi PNS, serta empat dokter umum peserta program internsip.
Dokter internsip merupakan dokter yang telah menyelesaikan pendidikan profesi dan menjalani tahap pemantapan kompetensi klinis melalui penugasan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Di Puskesmas Penfui, penugasan tersebut berlangsung selama enam bulan melalui program Kementerian Kesehatan.
Menurut Hariyono, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak hanya dilakukan di gedung Puskesmas, tetapi juga melalui Puskesmas Pembantu (Pustu) dan kunjungan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan.
Pelayanan tersebut membantu menjangkau pasien yang mengalami kesulitan untuk datang ke fasilitas kesehatan.
Pemeriksaan langsung diperlukan agar tenaga medis dapat menilai kondisi pasien dan menentukan diagnosis berdasarkan hasil pemeriksaan.
Sapa Lansia, Pelayanan Warga Berusia 60 Tahun ke Atas Diprioritaskan
Selain pelayanan pengobatan, Puskesmas Penfui menjalankan program Sapa Lansia sebagai upaya meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat lanjut usia.
Melalui program ini, warga berusia 60 tahun ke atas mendapat prioritas pelayanan, baik ketika berobat di dalam gedung maupun saat tenaga kesehatan melakukan pelayanan di luar gedung.
Hariyono menjelaskan, prioritas tersebut diberikan agar lansia tidak perlu menunggu terlalu lama dalam antrean. Kebijakan ini mempertimbangkan kondisi fisik dan kenyamanan pasien lanjut usia.
Untuk pelayanan di luar gedung, Puskesmas Penfui bekerja sama dengan kader lansia di wilayah setempat. Kolaborasi ini membantu tenaga kesehatan menjangkau warga yang membutuhkan pemeriksaan, termasuk mereka yang mengalami kesulitan untuk datang langsung ke Puskesmas.
Melalui program Sapa Lansia, Puskesmas Penfui berupaya memastikan kelompok lanjut usia memperoleh pelayanan sesuai kebutuhan, sekaligus memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah kerjanya.
(Desy)






