KUPANG, || Puskesmas Oebobo, Kota Kupang, telah menjalankan program pelayanan ramah disabilitas sejak 2019. Namun, setelah tujuh tahun berjalan, fasilitas pendukung seperti alarm dan rambu penunjuk arah masih perlu dibenahi.
Pimpinan Puskesmas Oebobo, Febry, mengatakan, pihaknya telah menyediakan parkir khusus, jalur kursi roda selebar sekitar satu meter, penanda lantai bagi tunanetra, serta toilet ramah disabilitas.
Meski demikian, pelayanan bagi pasien tunarungu masih menghadapi kendala komunikasi. Tenaga kesehatan masih mengandalkan telepon seluler untuk membantu berkomunikasi dengan pasien.
Sepanjang 2026 hingga periode pendataan yang disampaikan, Puskesmas Oebobo telah melayani 42 pasien disabilitas. Rinciannya, 28 pasien disabilitas mental, tiga sensorik, 10 fisik, dan satu pasien dengan disabilitas fisik sekaligus mental.
Di sisi lain, cakupan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kota Kupang yang disampaikan pihak puskesmas baru mencapai 26 persen dari target 46 persen. Pembaruan data terkendala pemeliharaan aplikasi.
Sementara itu, pelayanan pengobatan HIV/AIDS di Puskesmas Oebobo mencatat sekitar 230 pasien hingga Agustus 2026. Pasien tidak hanya berasal dari wilayah kerja setempat, tetapi juga dari luar wilayah.
Febry menyebutkan, puskesmas terus memperluas pelayanan melalui kerja sama dengan instansi, sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat. Puskesmas juga memiliki empat dokter umum serta bekerja sama dengan rumah sakit untuk menghadirkan pelayanan dokter spesialis sesuai jadwal.
Kendati berbagai layanan telah dikembangkan, kelengkapan fasilitas disabilitas dan peningkatan kemampuan komunikasi tenaga kesehatan masih menjadi pekerjaan yang perlu dituntaskan agar pelayanan inklusif dapat berjalan optimal.
(Desy)






