SERGAP.CO.ID
Kab.Bandung – Mahasiswa Telkom University melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) melalui program Gotong Royong Akademisi Bersinergi dan Berinovasi (GRADASI) di Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung. Mengusung tema pengelolaan sampah berbasis socio engineering di wilayah metropolitan Bandung Raya, Sabtu (24/10/2026).
Salah seorang mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Auliana Mulia Hernawan, atau yang akrab disapa A Iyan. Mahasiswa semester 5 Program Studi Administrasi Bisnis Telkom University dan Moch. Fahri ini juga aktif dalam Tim Pentahelix Dayeuhkolot dan Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA).
Pengalaman terlibat dalam kegiatan lingkungan menjadi bekal bagi A Iyan dan Fahri saat mengedukasi warga di Kecamatan Margahayu.
“Melalui kegiatan KKN ini, saya bersama rekan-rekan mahasiswa/i mengedukasi masyarakat di Kecamatan Margahayu tentang pentingnya memilah sampah dari rumah. Kami melakukannya dengan mendatangi warga secara langsung dari pintu ke pintu. Bagi saya, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengajak masyarakat lebih memahami dan mengelola sampah agar lebih terpilah,” ujar Iyan.
Pengalaman tersebut berkaitan dengan keterlibatannya di Pentahelix Dayeuhkolot. Dalam berbagai kegiatan lingkungan, A Iyan turun langsung membantu mengangkat sampah dari selokan, membersihkan endapan sedimen, hingga melakukan normalisasi saluran secara manual. Ia tidak segan menghadapi air kotor dan sampah berbau demi mendukung upaya penanganan persoalan lingkungan.
“Kegiatan saya di Pentahelix Dayeuhkolot juga berkaitan dengan persoalan lingkungan, mulai dari penanganan banjir dan sampah hingga infrastruktur. Pengalaman itu menjadi bekal bagi saya untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan edukasi lingkungan,” katanya.
Atas dedikasinya dalam kegiatan di Pentahelix Dayeuhkolot, Iyan bersama rekan sebelumnya menerima piagam penghargaan dari Bupati Bandung HM Dadang Supriatna. Penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas kontribusinya di Pentahelix Dayeuhkolot, bukan atas kegiatan KKN yang sedang dijalaninya.
Pentahelix Dayeuhkolot dibentuk atas prakarsa Bupati Bandung HM Dadang Supriatna beberapa bulan sebelumnya dan diketuai Tri Rahmanto. Wadah ini melibatkan berbagai unsur untuk mendukung penanganan persoalan di wilayah Dayeuhkolot, khususnya yang berkaitan dengan lingkungan, banjir, sampah, dan infrastruktur.
Terkait pemilihan Kecamatan Margahayu sebagai lokasi KKN, Iyan dan Fahri mengaku belum mengetahui secara pasti pertimbangan yang mendasarinya.
Ia menilai, Dayeuhkolot yang berdekatan dengan Telkom University juga memiliki persoalan lingkungan yang membutuhkan perhatian.
“Kami belum mengetahui secara pasti pertimbangan pemilihan Margahayu sebagai lokasi KKN. Mungkin programnya memang telah diarahkan ke wilayah tersebut. Namun, jika melihat kondisi Dayeuhkolot yang berdekatan dengan Telkom University, persoalan lingkungan di sana, terutama banjir dan sampah, juga perlu mendapat perhatian,” ungkapnya.
Melalui KKN GRADASI, mahasiswa Telkom University diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, dimulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga. Pengalaman Iyan serta Fahri di Pentahelix Dayeuhkolot turut memperlihatkan bagaimana keterlibatan mahasiswa dalam aksi lingkungan dapat menjadi bekal untuk menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
(Asp)






