KAB. SUMBA BARAT, || Sebanyak 597 orang tercatat mendaftar secara daring sebagai calon prajurit TNI di wilayah Kodim 1613/Sumba Barat. Dari jumlah tersebut, 264 orang telah menjalani validasi administrasi, sedangkan 333 lainnya belum menyelesaikan proses validasi di Kodim.
Data tersebut terdiri atas 86 calon Bintara dan 178 calon Tamtama yang telah tervalidasi. Menyikapi proses seleksi tersebut, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1613/Sumba Barat memberikan pengarahan kepada calon prajurit agar mempersiapkan diri secara maksimal, menjaga kesehatan, serta mewaspadai praktik percaloan.
Dalam arahannya, Kasdim mengingatkan para peserta untuk menjaga keamanan diri dan perlengkapan, termasuk dokumen administrasi yang diperlukan selama mengikuti tahapan seleksi di Kupang. Peserta diminta memastikan seluruh berkas tetap aman dan tidak mengalami kehilangan maupun kerusakan.
Selain administrasi, kesehatan dan kebugaran fisik menjadi perhatian utama. Para calon prajurit diimbau mengonsumsi makanan sehat, menghindari narkoba dan minuman keras, serta menangani gangguan kesehatan yang dapat menghambat persiapan seleksi. Mereka juga diminta rutin berlatih sesuai materi pembinaan, seperti lari, pull-up, sit-up, push-up, dan renang.
Kasdim turut mendorong peserta mempersiapkan kemampuan akademik dan psikologi melalui belajar mandiri, latihan terarah, serta buku panduan yang relevan. Menurutnya, persiapan yang konsisten diperlukan agar peserta lebih siap menghadapi tahapan seleksi.
Peringatan khusus disampaikan terkait kemungkinan munculnya calo yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah uang. Kasdim menegaskan agar peserta tidak mudah percaya kepada orang yang tidak dikenal dan tidak menyerahkan uang kepada pihak yang mengaku dapat menjamin kelulusan. Jika menemukan dugaan praktik tersebut, peserta diimbau mendokumentasikan informasi secara aman dan melaporkannya kepada pihak berwenang.
Ia juga mengajak generasi muda Sumba menunjukkan prestasi melalui sikap disiplin, perilaku positif, dan kesungguhan selama mengikuti seleksi. Ajakan itu disampaikan sebagai respons terhadap narasi di media sosial yang mengaitkan anak-anak Sumba dengan kekerasan.
Sementara itu, informasi mengenai jadwal validasi lanjutan, batas akhir pendaftaran, dan mekanisme pengaduan resmi terkait dugaan percaloan belum tercantum dalam keterangan yang tersedia. Informasi tersebut penting agar calon prajurit dapat mengikuti proses seleksi melalui jalur resmi dan memperoleh kepastian prosedur.
(Ms)






