KAB. NAGAN RAYA, || Hujan deras tidak menyurutkan semangat syiar. Sekitar 300 warga Gampong Blang Luah tetap bersemangat melantunkan zikir dan selawat melalui tradisi meudikee moled untuk menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Gampong Alue Bateung Brok, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Minggu, 18 Oktober 2026.
Rombongan yang terdiri dari orang tua hingga anak-anak itu berangkat bersama dengan penuh kebersamaan. Mereka dipimpin langsung oleh Keuchik Blang Luah, M. Jafar, dan dipandu tiga khalifah yang bertindak sebagai syeh, yakni Tgk. Samsari, M. Haris, dan Tgk. M. Syam.
Di dalam Masjid Alue Bateung Brok, lantunan dike, selawat, dan syair maulid menggema khidmat. Rintik hujan di luar justru menambah kekhusyukan jemaah yang melantunkan zikir secara serentak dan teratur.
Keuchik Blang Luah, M. Jafar, menegaskan bahwa cuaca bukan penghalang untuk menjaga tradisi dan silaturahmi antargampong.
“Meskipun diguyur hujan deras, semangat meudikee moled tetap berkobar di hati anggota kami. Kami berjumlah kurang lebih 300 orang, dari orang tua hingga anak-anak semua ikut. Kami datang untuk silaturahmi dan menjaga tradisi Aceh. Dipandu Khalifah Tgk. Samsari, M. Haris, dan Tgk. M. Syam, kami ingin syiar Maulid ini terus hidup,” ujar M. Jafar.
Menurut dia, kehadiran rombongan lintas usia menjadi bukti bahwa tradisi meudikee moled masih dicintai dan menjadi jati diri masyarakat Aceh yang wajib dilestarikan.
Untuk diketahui, peringatan Maulid di Alue Bateung Brok dikemas dalam dua sesi. Siang hari diisi Meudikee Moled, sedangkan malam harinya dilanjutkan ceramah agama oleh penceramah asal Aceh Utara, Tgk. Yusril Pasee.
Acara ditutup dengan doa bersama dalam suasana haru dan penuh keakraban. Satu per satu jemaah saling bersalaman, memeluk, dan membawa pulang hidangan kenduri maulid sebagai oleh-oleh. Di tengah hujan yang belum reda, wajah mereka tampak bahagia, karena silaturahmi telah terjalin dan tradisi Aceh tetap hidup di hati.
(Dh@r).






