PLN dan Pemkab Lembata Petakan Desa yang Belum Teraliri Listrik

Caption : Foto bersama jajaran manajemen PLN ULP Lembata dan Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, S.P., usai pertemuan pembahasan percepatan pembangunan Listrik Desa di Kabupaten Lembata.

SERGAP.CO.ID

LEMBATA, ||Pemerataan akses listrik hingga wilayah pelosok menjadi perhatian PT PLN (Persero) ULP Lembata bersama Pemerintah Kabupaten Lembata.

Bacaan Lainnya

Keduanya memperkuat koordinasi untuk mengidentifikasi desa yang belum terjangkau listrik sekaligus memetakan kebutuhan pembangunan jaringan baru.

Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan antara manajemen PLN ULP Lembata dan Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, di ruang kerja bupati, Jumat (9/10/2026).

Manager PLN ULP Lembata, Thariq Adha Gumilang, mengatakan, dukungan pemerintah daerah diperlukan untuk memastikan perencanaan Program Listrik Desa sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

Menurut dia, pemutakhiran data wilayah dan calon pelanggan menjadi bagian penting dalam menentukan prioritas perluasan jaringan listrik, termasuk mempertimbangkan kondisi geografis dan kesiapan infrastruktur.

Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, menyatakan pemerintah daerah mendukung upaya PLN dalam memperluas jangkauan listrik bagi masyarakat yang belum menikmati layanan tersebut.

Selain pembangunan infrastruktur, koordinasi juga mencakup sosialisasi prosedur pemasangan baru, persyaratan penyambungan, serta edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat.

General Manager PLN UIW Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa pemerataan listrik merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Melalui kerja sama tersebut, PLN dan Pemkab Lembata berharap perluasan jaringan listrik dapat direncanakan secara terarah dan menjangkau wilayah yang membutuhkan.

Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan pemetaan tersebut berlanjut menjadi pembangunan nyata, dengan kejelasan desa sasaran, alokasi anggaran, dan target waktu penyelesaian. Hal ini penting agar masyarakat di pelosok memperoleh kepastian mengenai akses listrik yang mereka nantikan.

(Desy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *