KAB. NAGAN RAYA, || Monumen Mesin Uap Corliss Anno 1930 yang berdiri kokoh di area Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Socfindo Kebun Seunagan, Kabupaten Nagan Raya, menjadi bukti bahwa daerah tersebut telah menjadi pusat industrialisasi perkebunan sejak era kolonial Belanda.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Jaringan Wartawan Indonesia (JWI) Nagan Raya, Muhammad Hasanuddin saat bersilaturahmi ke Perusahaan Perkebunan PT Socfindo Kebun Seunagan, Selasa(13/10/2026).
Menurutnya, mesin berwarna merah dengan roda gila berdiameter hampir tiga meter tersebut merupakan mesin legendaris temuan George Henry Corliss tahun 1849, yang menjadi penggerak utama pabrik pengolahan hasil perkebunan pada masanya.
“Prasastinya jelas tertulis Anno 1930, berarti sudah 96 tahun berdiri. Lokasinya persis di area PKS PT Socfindo Kebun Seunagan. Ini bukti otentik bahwa Nagan Raya bukan daerah perkebunan baru, tapi sudah menjadi pusat perkebunan sejak kolonial. Harus kita jaga,” kata Muhammad Hasanuddin kepada media.
Ia menjelaskan, mesin tersebut merupakan satu-satunya monumen mesin industri perkebunan yang masih utuh di Nagan Raya. Kondisinya masih terawat dengan baik, berdiri di atas pondasi batu kali dengan logo huruf S identitas perusahaan, dan menjadi saksi bisu sejarah awal industrialisasi perkebunan di wilayah pantai barat Aceh.
Karena nilai historisnya yang tinggi, DPD JWI Nagan Raya mendorong Pemkab Nagan Raya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mendata dan menetapkan monumen tersebut sebagai cagar budaya industri perkebunan.
“Kami mendorong agar monumen di area PKS PT Socfindo ini dilestarikan sebagai cagar budaya industri dan wisata edukasi sejarah perkebunan untuk generasi muda,” ujar Hasanuddin.
Selain itu, Hasanuddin juga mengucapkan terima kasih atas sambutan pihak pengurus perusahaan dan jajaran perkebunan PT Socfindo Kebun Seunagan.
Di lain sisi, Hasanuddin menyampaikan selamat jalan dan selamat bertugas di tempat baru kepada KTU PT Socfindo Kebun Seunagan Bapak Andrian yang akan bertugas di PT Socfin Indonesia (Socfindo) Kebun Negeri Lama, Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara.
“Terima kasih tak terhingga kepada Bapak Andrian yang selama ini telah bermitra baik dengan insan pers. Selamat bertugas di Kebun Negeri Lama Labuhan Batu Selatan (Labusel) Sumut, semoga semakin sukses,” pungkas Hasanuddin.
(M. Adhar)






