Tracing TB Digencarkan, Sikumana Jadi Sasaran Penemuan Kasus Aktif

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Upaya menemukan kasus Tuberkulosis (TB) secara lebih cepat terus dilakukan Pemerintah Kota Kupang. Kali ini, lingkungan RT 32/RW 13, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, menjadi lokasi tracing TB yang melibatkan sejumlah unsur kesehatan, Senin (5/10/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ketua RT 32, Yopi Benu, tersebut melibatkan Dinas Kesehatan Kota Kupang bersama Eksekutif PKBI Kota Kupang, dengan dukungan Puskesmas Sikumana.

Pemeriksaan radiologi juga diperkuat tenaga kesehatan dari RSUD Ben Mboi.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi penemuan kasus secara aktif. Warga yang memiliki gejala maupun riwayat kontak dengan penderita TB ditelusuri agar potensi penularan dapat diketahui lebih awal.

TB sendiri masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat karena penularannya dapat terjadi melalui udara. Penderita TB aktif berpotensi menularkan bakteri ketika batuk, bersin maupun berbicara, terutama di lingkungan dengan kontak yang dekat dan berlangsung dalam waktu lama.

Karena itu, tracing tidak sekadar mencari warga yang telah sakit, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk mendeteksi kasus sedini mungkin.

Sejumlah gejala seperti batuk berkepanjangan, demam, berkeringat pada malam hari, mudah lelah hingga penurunan berat badan tanpa sebab jelas patut menjadi perhatian masyarakat.

Warga yang mengalami gejala tersebut diharapkan tidak menunggu kondisi semakin berat untuk memeriksakan diri. Deteksi dan pengobatan lebih awal dinilai penting untuk mencegah penularan meluas, terutama kepada anggota keluarga.

Selain aspek pemeriksaan, edukasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pengendalian TB. Stigma bahwa TB merupakan penyakit yang harus disembunyikan justru dapat menghambat seseorang memperoleh pengobatan.

Padahal, dengan diagnosis dan pengobatan yang tepat serta kepatuhan menjalani terapi hingga tuntas, pasien TB memiliki peluang untuk sembuh.

Kolaborasi antara Dinkes Kota Kupang, Eksekutif PKBI Kota Kupang, Puskesmas Sikumana dan RSUD Ben Mboi memperlihatkan bahwa pengendalian TB membutuhkan kerja bersama hingga tingkat lingkungan.

Pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, keluarga hingga perangkat RT dan RW memiliki peran dalam memastikan kasus dapat ditemukan, ditangani dan tidak berkembang menjadi sumber penularan baru.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, penguatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat terus menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan yang lebih dekat dengan warga.

Dari lingkungan terkecil seperti RT dan RW, upaya memutus mata rantai TB terus didorong. Sebab, semakin cepat sebuah kasus ditemukan, semakin besar peluang untuk melindungi keluarga dan masyarakat dari penularan. lolaan air minum secara mandiri.

(Desy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *