Babinsa Koramil Pahunga Lodu Dukung Rembuk Stunting di Desa Latena

SERGAP.CO.ID

KAB. SUMBA TIMUR, NTT, || Upaya pencegahan dan penanganan stunting di Desa Latena, Kecamatan Wulla Waijelu, Kabupaten Sumba Timur, terus didorong melalui koordinasi lintas sektor. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Rapat Rutin Rumah Desa Sehat (RDS) Triwulan III Tahun 2026 sekaligus Rembuk Stunting Desa Latena yang digelar di Kantor Desa Latena, Kamis (1/10/2026).

Bacaan Lainnya

Babinsa Koramil 03/Pahunga Lodu jajaran Kodim 1601/Sumba Timur, Sertu Mas’ud, turut menghadiri kegiatan tersebut bersama unsur pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader, dan pendamping masyarakat.

Forum tersebut menjadi ruang bersama untuk mengevaluasi berbagai upaya kesehatan masyarakat sekaligus membahas langkah yang dapat dilakukan dalam pencegahan dan penanganan stunting. Perhatian diarahkan terutama pada kesehatan ibu dan anak serta penguatan peran masyarakat dalam mendukung program kesehatan di tingkat desa.

Dalam kegiatan itu hadir Kepala Seksi Sekretariat Kecamatan Waijelu, Kepala Puskesmas Baing, Ketua BPD Latena, Kepala Desa Latena, Koordinator Lapangan (Korlap) KB, Pendamping Desa, kader Posyandu, tutor PAUD, serta Babinsa Koramil 1601-03/Pahunga Lodu.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa persoalan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Pencegahan membutuhkan koordinasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, keluarga, pendamping masyarakat, serta unsur lainnya yang memiliki peran dalam pembangunan dan kesehatan masyarakat.

Dari sisi dukungan kewilayahan, kehadiran Babinsa menjadi bagian dari upaya TNI dalam mendukung program pemerintah, termasuk bidang kesehatan dan pembangunan masyarakat desa. Babinsa juga dapat berperan dalam mendorong komunikasi dan koordinasi antara unsur terkait agar pelaksanaan program di lapangan berjalan lebih terarah.

Sementara itu, forum RDS dan Rembuk Stunting menjadi kesempatan bagi para pihak untuk menyampaikan kondisi serta kebutuhan yang ditemukan di masyarakat. Hasil pembahasan diharapkan dapat menjadi bahan dalam menentukan langkah lanjutan yang sesuai dengan kondisi Desa Latena.

Melalui koordinasi yang dilakukan secara berkala, program pencegahan stunting diharapkan dapat berjalan secara terpadu dan berkelanjutan. Keterlibatan kader Posyandu, tenaga kesehatan, pemerintah desa, keluarga, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan upaya tersebut tidak berhenti pada kegiatan rapat, tetapi berlanjut dalam pelaksanaan di lapangan.

Kegiatan Rapat Rutin RDS Triwulan III dan Rembuk Stunting Desa Latena berlangsung tertib dan lancar dengan dukungan seluruh peserta yang hadir.

(Ms)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *