KAB. BLITAR, || SMK Negeri 1 Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, meluncurkan Eduwisata Agro Tekno Park sebagai bagian dari pengembangan pendidikan vokasi pertanian berbasis teknologi dan kewirausahaan.
Peluncuran tersebut menjadi salah satu rangkaian SKANEKA INNOFEST dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-23 SMKN 1 Kademangan, Senin (29/9/2026).
Eduwisata Agro Tekno Park dikembangkan sebagai wahana pembelajaran interaktif yang mengintegrasikan pendidikan kejuruan dengan praktik pertanian, peternakan, perikanan, teknologi Internet of Things (IoT), hingga pengembangan kewirausahaan.
Melalui konsep tersebut, SMKN 1 Kademangan tidak hanya membekali siswa dengan keterampilan teknis, tetapi juga mendorong mereka mengenal proses produksi, pemanfaatan teknologi, pengelolaan usaha, hingga pemasaran produk.
Kepala SMKN 1 Kademangan mengungkapkan, pengembangan Agro Tekno Park menjadi bagian dari upaya sekolah memperkuat pembelajaran berbasis produksi nyata sekaligus memperkenalkan inovasi pertanian kepada masyarakat.
SMKN 1 Kademangan sendiri merupakan sekolah yang berdiri sejak 2003 dan memiliki sejumlah kompetensi keahlian yang mendukung pengembangan sektor agroindustri. Sekolah tersebut juga berstatus sebagai SMK Pusat Keunggulan (SMK PK), salah satunya pada konsentrasi Agribisnis Ternak Unggas.
Dalam pengembangannya, sekolah mengintegrasikan berbagai kompetensi keahlian. Di bidang pertanian, terdapat Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) yang mengembangkan greenhouse melon hidroponik, sistem irigasi sprinkler untuk bawang merah, serta budidaya sejumlah varietas tanaman.
Sementara pada bidang peternakan, Agribisnis Ternak Unggas (ATUG) mengembangkan konsep Smart Coop System dan closed house broiler yang terintegrasi dengan teknologi IoT.
Tidak hanya pertanian dan peternakan, pengembangan Agro Tekno Park juga melibatkan kompetensi Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT) melalui budidaya ikan berbasis bioflok, seperti nila, lele, gurami, dan patin.
Kompetensi lain turut mendukung ekosistem tersebut. Bidang otomotif berperan dalam pemeliharaan mesin dan alat mesin pertanian, sementara kompetensi Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) mendukung penerapan sensor lingkungan, sistem otomatisasi, serta infrastruktur jaringan.
Adapun kompetensi Bisnis Daring dan Pemasaran berperan dalam pengembangan pemasaran produk dan pengelolaan aspek bisnis eduwisata. Sementara kompetensi Animasi dapat mendukung pembuatan konten visual dan media edukasi untuk memperkenalkan Agro Tekno Park kepada masyarakat.
Konsep tersebut membuat Agro Tekno Park tidak hanya berfungsi sebagai tempat wisata edukasi, tetapi juga menjadi ruang praktik bagi siswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah.
Melalui pendekatan teaching factory, berbagai aset dan unit produksi sekolah dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran sekaligus dikembangkan menjadi unit usaha.
Pengelolaan berbasis Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) juga memberikan ruang bagi sekolah untuk mengoptimalkan aset dan unit produksinya secara lebih mandiri, termasuk untuk mendukung pemeliharaan fasilitas dan pengembangan inovasi teknologi.
Dengan hadirnya Eduwisata Agro Tekno Park, SMKN 1 Kademangan berupaya memperluas fungsi pendidikan vokasi. Sekolah tidak hanya menjadi tempat pembelajaran keterampilan, tetapi juga ruang inovasi, produksi, kewirausahaan, serta literasi teknologi dan ketahanan pangan bagi masyarakat.
(DAR)






