BAUN, KUPANG, || Tak lulus sekolah dasar bukan akhir dari sebuah perjuangan. Bagi Gaspar Tiran, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Om Ba’i, keterbatasan pendidikan justru menjadi pemantik untuk membangun kehidupan yang lebih baik melalui kerja keras.
Di Teunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Om Ba’i merintis usaha Se’i Baun sejak 1999. Dari usaha sederhana dengan segala keterbatasan, ia perlahan mengangkat se’i babi sebagai kuliner yang kini identik dengan Baun dan menjadi salah satu makanan khas NTT.
Di tempat usahanya, pengunjung tidak hanya dapat menikmati nasi bersama se’i daging babi, tetapi juga rusuk hingga bagian perut yang dipanggang. Pengunjung juga dapat menyaksikan langsung proses pengolahan se’i yang menjadi daya tarik tersendiri.
Perjalanan Om Ba’i tentu tidak selalu mulus. Dahulu, ia hidup sederhana dan kerap diremehkan karena tidak memiliki pendidikan tinggi. Namun, ia memilih membuktikan kemampuannya melalui ketekunan.
Sedikit demi sedikit, usaha yang dirintisnya mulai dikenal masyarakat. Se’i Baun berkembang dari usaha kecil menjadi kuliner yang turut mengangkat nama Baun dan NTT.
(Desy)






