TIMOR, || Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas), PT PLN (Persero) menghadirkan kado spesial bagi masyarakat Pulau Timor melalui penguatan sistem kelistrikan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui keberhasilan pemberian tegangan pertama (energize) Interbus Transformer (IBT) 150/70 kV di Gardu Induk (GI) Naibonat, Kabupaten Kupang, pada Senin (31/8).
Pengoperasian infrastruktur ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem kelistrikan Pulau Timor. IBT 150/70 kV GI Naibonat berfungsi menghubungkan jaringan transmisi 150 kV dan 70 kV, sehingga penyaluran listrik kepada masyarakat, fasilitas pelayanan publik, dan sektor usaha di Pulau Timor dapat berlangsung secara lebih stabil dan fleksibel.
Proses energize terlaksana melalui sinergi lintas unit PLN, yaitu PLN Unit Pelaksana Proyek Nusa Tenggara 3 (UPP Nusra 3), PLN Pusat Sertifikasi (Pusertif), Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Kupang, serta Unit Pelaksana Pengatur Beban Nusa Tenggara Timur (UP2B NTT).
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), F. Eko Sulistyono, menyampaikan bahwa kepuasan dan kenyamanan pelanggan menjadi prioritas dalam setiap pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
“Semangat Hari Pelanggan Nasional adalah memberikan layanan terbaik dan menghadirkan listrik yang andal bagi seluruh masyarakat. Kehadiran IBT 150/70 kV GI Naibonat merupakan wujud komitmen kami untuk memastikan masyarakat Pulau Timor memperoleh pasokan listrik yang semakin tangguh, aman, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Eko.
Menurut Eko, keberhasilan energize tersebut tidak terlepas dari dedikasi seluruh tim yang mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan selama proses pengerjaan.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim yang telah berkolaborasi. Kami berharap penguatan sistem ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui peningkatan kualitas layanan kelistrikan,” tambahnya.
Selama proses energize, PLN UP2B NTT melakukan pengawasan secara real-time dari Regional Control Center (RCC) Timor. Pengawasan tersebut meliputi verifikasi sistem proteksi, integrasi pengujian Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), serta pemantauan respons pembangkit untuk memastikan seluruh parameter teknis berada dalam batas aman.
Manager PLN UPP Nusra 3, Agung Triwibowo, menjelaskan bahwa GI Naibonat memiliki peran strategis dalam mendukung penyaluran daya dari GI Panaf yang terhubung dengan sejumlah sumber pembangkit utama, di antaranya PLTMG Kupang Peaker dan PLTU Timor-1.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat jaringan transmisi, PLN saat ini juga tengah menyelesaikan pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV dari GI Panaf menuju GI Naibonat.
Sementara itu, Manager PLN UP2B NTT, Resa Rediansyah, menegaskan bahwa penguatan infrastruktur kelistrikan tersebut pada akhirnya ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan.
“Dengan energize ini, kestabilan tegangan semakin terjaga dan potensi gangguan meluas dapat diminimalkan. Pada momentum Hari Pelanggan Nasional ini, kami ingin memastikan masyarakat dan dunia usaha di Kabupaten Kupang serta wilayah sekitarnya dapat beraktivitas dengan tenang, didukung pasokan listrik yang semakin berkualitas,” tutur Resa.
Keberhasilan energize IBT 150/70 kV GI Naibonat semakin menegaskan komitmen PLN dalam menghadirkan sistem kelistrikan yang andal, aman, dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar pencapaian teknis, penguatan ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Timur
(Desy)






