Sergap.co.id
DAYEUHKOLOT — Tidak menunggu lama, Tim Pentahelix Dayeuhkolot langsung memasang trestek sebagai penahan sampah di depan PT Bulog, tepatnya di area crossing yang aliran airnya mengarah ke anak Sungai Cipalasari, Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Selasa (25/8/2026).
Sebelum pemasangan trestek dilakukan, Tim Pentahelix bersama relawan PRIMA Citeureup terlebih dahulu melakukan pembersihan di dalam area crossing. Tim menemukan tumpukan sampah rumah tangga, kayu gelondongan serta berbagai jenis sampah dan material lainnya yang tersangkut di dalam saluran.

Ketua Pentahelix Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, menjelaskan bahwa temuan tersebut menjadi salah satu alasan penting mengapa penahan sampah perlu segera dipasang di titik tersebut karena Kondisi seperti ini tentu bisa menghambat aliran air.
Ia mengatakan, sampah yang masuk ke area crossing tersebut merupakan sampah kiriman dari arah Kota Bandung yang terbawa melalui Irigasi Cipalasari dan kemudian masuk ke jalur aliran menuju anak Sungai Cipalasari.
“Kalau tidak ada trestek atau penahan sampah, sampah-sampah tersebut akan terus terbawa arus dan berpotensi tersangkut di dalam crossing. Kalau sudah menumpuk, aliran air bisa tersendat,” jelasnya.
Menurut Tri, kondisi tersebut menjadi perhatian terutama saat hujan turun. Sumbatan akibat tumpukan sampah dapat membuat aliran air berkurang sehingga berpotensi menyebabkan air meluap ke badan jalan.
“Kami tidak ingin menunggu sampai crossing kembali penuh oleh sampah. Ketika hujan turun dan aliran air tidak lancar, air bisa meluap ke jalan dan berpotensi menimbulkan banjir. Karena itu, kami langsung mengambil langkah dengan memasang trestek di titik ini,” katanya.
Trestek yang dipasang memiliki ukuran sekitar lebar 2,5 meter dan tinggi 4 meter. Konstruksi tersebut berfungsi sebagai penahan awal agar sampah yang terbawa arus dapat tertahan sebelum masuk ke area crossing.
“Dengan adanya trestek, sampah yang tertahan diharapkan lebih mudah dipantau dan diangkat secara berkala oleh Tim Pentahelix bersama relawan, atau siapa saja yang peduli lingkungan sehingga tidak kembali menumpuk di dalam crossing dan mengganggu kelancaran aliran air,” sambungnya
“Langkah ini bagian dari upaya kami Pentahelix Dayeuhkolot bersama relawan PRIMA dalam mengantisipasi sampah kiriman sekaligus menjaga kelancaran aliran air di kawasan ini, khususnya saat terjadi hujan,” pungkasnya. (Asp)






