Pascagempa NTT, Kodam IX/Udayana Satukan Doa Lintas Agama untuk Keselamatan dan Pemulihan

SERGAP.CO.ID

DENPASAR,||Kepedulian terhadap masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa bumi diwujudkan Kodam IX/Udayana melalui Doa Bersama Lintas Agama untuk memohon keselamatan dan pemulihan pascabencana, Rabu (19/8/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto tersebut berlangsung di Lapangan Makorem 163/Wira Satya dan diikuti personel militer serta PNS se-Garnisun Denpasar.

Bacaan Lainnya

Pangdam menegaskan, doa bersama bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi momentum untuk menyatukan hati dan kepedulian seluruh keluarga besar TNI terhadap masyarakat NTT yang tengah menghadapi musibah. “Di tengah perbedaan agama, keyakinan, dan latar belakang, kita menunjukkan bahwa rasa kemanusiaan dan semangat persaudaraan tetap menjadi kekuatan yang mempersatukan kita sebagai satu bangsa,” tegas Pangdam. Doa dipanjatkan bagi keselamatan, kesehatan, kekuatan dan ketabahan masyarakat terdampak, serta bagi para korban meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan.

Dalam ceramah kebangsaan, Ketua NU Provinsi Bali H. Mahrusun mengajak seluruh peserta mendoakan masyarakat NTT sekaligus para prajurit TNI-Polri, tenaga medis dan relawan yang tengah menjalankan tugas kemanusiaan. Doa kemudian dipandu secara bergantian oleh tokoh agama Islam, Katolik, Protestan dan Hindu, mencerminkan kuatnya persatuan serta semangat gotong royong lintas agama dalam menghadapi bencana.

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan bahwa kepedulian Kodam IX/Udayana terhadap masyarakat NTT diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan sekaligus dukungan moral dan spiritual. “Saudara-saudara kita di NTT tidak sendiri. Keluarga besar Kodam IX/Udayana terus menunjukkan kepedulian. Semoga masyarakat terdampak diberikan kekuatan untuk melewati masa sulit, segera bangkit, dan kembali menata kehidupan mereka,” tegasnya. Doa bersama menjadi pesan kuat bahwa dalam menghadapi musibah, persaudaraan dan kemanusiaan tidak mengenal perbedaan.

(Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *