KOTA BANDUNG, || Festival Asia Afrika (FAA) 2026 di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu (11/7/2026), menyedot perhatian ribuan masyarakat. Selain memadati jalur karnaval, pengunjung juga memenuhi area bazar UMKM dan berbagai lokasi pertunjukan budaya yang menjadi bagian dari rangkaian festival.
Tingginya antusiasme masyarakat tidak hanya menciptakan suasana meriah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membuka stan di lokasi kegiatan.
Isrowiah, warga Cimahi Selatan, mengaku sengaja datang bersama keluarganya setelah mengetahui informasi festival melalui media sosial. Ia berangkat sejak pukul 08.30 WIB agar dapat mengikuti seluruh rangkaian acara.

“Alhamdulillah jadi ada hiburan di dalam kota. Tidak perlu pergi ke luar kota. Semoga acara seperti ini semakin sering diselenggarakan,” ujarnya.
Menurut Isrowiah, kehadiran delegasi dari berbagai negara membuat Festival Asia Afrika memiliki daya tarik tersendiri dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Bandung.
“Alhamdulillah, jadi Indonesia, khususnya Kota Bandung, semakin mendunia,” katanya.
Hal senada disampaikan Dea yang memanfaatkan akhir pekan bersama keluarga dengan mengunjungi festival. Meski cuaca cukup terik, ia menilai suasana acara tetap ramai dan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi para pengunjung.
“Seru, ramai. Mungkin nanti sore akan lebih padat lagi,” ucapnya.
Selain menyaksikan karnaval, Dea juga mengunjungi bazar UMKM. Menurutnya, kehadiran pelaku usaha lokal dalam festival menjadi sarana promosi yang efektif sekaligus membuka peluang peningkatan penjualan produk.
Ia berharap penyelenggaraan Festival Asia Afrika pada tahun-tahun mendatang dapat dikemas lebih besar dan menghadirkan lebih banyak kegiatan yang melibatkan masyarakat.
Dampak positif juga dirasakan pelaku UMKM. Rahil, penjaga stan produk kosmetik OMG, mengungkapkan sejak pagi pengunjung terus berdatangan untuk melihat dan mencoba produk yang dipamerkan.
“Alhamdulillah dari pagi ramai sekali. Banyak pengunjung penasaran dan mencoba tester produk OMG,” ujarnya.
Rahil berharap tingginya jumlah pengunjung selama festival dapat berbanding lurus dengan peningkatan omzet penjualan. Meski tidak dapat menyaksikan langsung jalannya karnaval karena menjaga stan, ia tetap mengikuti kemeriahan acara melalui siaran langsung dan mengapresiasi penampilan para peserta yang dinilainya menarik.
Antusiasme pengunjung serta tingginya aktivitas di stan UMKM menunjukkan Festival Asia Afrika tidak hanya menjadi ajang hiburan dan promosi budaya, tetapi juga memberikan ruang bagi perputaran ekonomi lokal. Namun, besaran dampak ekonomi secara keseluruhan masih memerlukan evaluasi dan pendataan lebih lanjut dari penyelenggara maupun pemerintah daerah setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan.
(Dewi)






