KOTA TASIKMALAYA, || Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 di Kota Tasikmalaya menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, Badan Narkotika Nasional (BNN), aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Melalui sinergi lintas sektor, upaya membangun generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh diharapkan semakin kuat sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan HANI 2026 yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Anti Narkotika Nusantara Amartha (GANNA) Kota Tasikmalaya di Alun-alun Dadaha, Minggu (5/7/2026), dengan mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045.”
Kegiatan dihadiri Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tasikmalaya Drs. Ade Hendar, M.M. yang mewakili Wali Kota Tasikmalaya, Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Ridwan Jumiarsa Soewardy, S.Sos. mewakili Kepala BNN Kota Tasikmalaya AKBP Hery Sudrajat, S.H., Ketua DPW GANNA Jawa Barat Igie Nana Rukmana, S.Kom., Ketua DPD GANNA Kota Tasikmalaya Dr. Riatin Hikmah, Widi, Ir., M.Si., Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya H. Amran Saefullah, S.E., M.M., Kabid Kepemudaan dan Olahraga Momon Suryaman, S.STP., jajaran Satresnarkoba Polres Tasikmalaya Kota, serta unsur pemerintah, organisasi kemasyarakatan, pelajar, dan masyarakat.
Mewakili Wali Kota Tasikmalaya, Ade Hendar menegaskan bahwa penyalahgunaan narkotika telah menjadi ancaman serius yang tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia, ketahanan keluarga, dan masa depan bangsa. Oleh sebab itu, pemberantasan narkoba memerlukan keterlibatan seluruh komponen masyarakat, bukan hanya aparat penegak hukum maupun BNN.

“Hari Anti Narkotika Internasional menjadi momentum untuk memperkuat tekad bersama dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkoba. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja hingga masyarakat luas. “Jelasnya saat membacakan sambutan Wali Kota Tasikmalaya.
Menurutnya, penyalahgunaan narkoba membawa dampak yang sangat luas, mulai dari kerusakan fisik dan mental, meningkatnya tindak kriminalitas, melemahnya ketahanan keluarga, hingga menurunnya produktivitas masyarakat. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat lahirnya generasi muda yang berkualitas apabila tidak ditangani secara serius.
Karena itu, Pemerintah Kota Tasikmalaya terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk organisasi masyarakat seperti GANNA yang selama ini menjadi mitra BNN dalam menjalankan program edukasi, sosialisasi, pemberdayaan masyarakat, dan kampanye hidup sehat.
Ade Hendar menyampaikan apresiasi atas konsistensi GANNA dalam mendukung upaya pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, serta edukasi mengenai bahaya narkotika kepada masyarakat.
“Pemerintah Kota Tasikmalaya mengapresiasi seluruh jajaran GANNA yang selama ini terus berkomitmen mendukung program pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, dan edukasi kepada masyarakat. Kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat.”Katanya.
Ia juga mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, tenaga pendidik, organisasi kepemudaan, hingga para orang tua untuk memperkuat fungsi keluarga sebagai benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, komunikasi yang baik, pengawasan terhadap anak, serta penanaman nilai agama dan moral sejak dini menjadi langkah strategis membangun ketahanan keluarga.
Selain itu, masyarakat didorong berani melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di lingkungan masing-masing. Kepedulian masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam memutus mata rantai peredaran narkoba.

Ade Hendar juga menegaskan bahwa penanganan korban penyalahgunaan narkoba perlu dilakukan melalui pendekatan yang lebih humanis. Selain proses hukum terhadap pelaku peredaran gelap narkotika, korban penyalahgunaan perlu memperoleh akses rehabilitasi agar dapat pulih dan kembali menjalani kehidupan secara produktif.
“Penyalahguna narkoba yang menjadi korban harus mendapatkan kesempatan untuk pulih melalui layanan rehabilitasi yang tersedia. Upaya ini menjadi bagian dari pendekatan yang lebih humanis dalam penanganan persoalan narkotika.”Ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim P2M BNN Ridwan Jumiarsa Soewardy yang hadir mewakili Kepala BNN Kota Tasikmalaya menegaskan pentingnya penguatan upaya pencegahan melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari strategi nasional dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika.
Di sisi lain, Ketua DPD GANNA Kota Tasikmalaya Dr. Riatin Hikmah mengatakan peringatan HANI bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk bersama-sama memerangi penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, tema HANI 2026 menitikberatkan pada pembangunan generasi sehat, cerdas, dan tangguh sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, pendidikan karakter dan edukasi mengenai bahaya narkoba harus dilakukan sejak usia dini melalui keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat.
Senada dengan itu, Ketua DPW GANNA Jawa Barat Igie Nana Rukmana menilai perang melawan narkoba hanya akan berhasil apabila seluruh elemen masyarakat bergerak bersama. Menurutnya, pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, komunitas, hingga keluarga memiliki peran yang sama penting dalam memperkuat budaya hidup sehat dan bebas narkoba.
Ia memastikan GANNA akan terus memperluas program sosialisasi, edukasi, dan kampanye pencegahan sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional pemberantasan narkotika.
Kehadiran jajaran Satresnarkoba Polres Tasikmalaya Kota dalam kegiatan tersebut turut menunjukkan bahwa penanganan persoalan narkotika memerlukan keseimbangan antara penegakan hukum dan langkah preventif. Selain membongkar jaringan peredaran narkotika, aparat kepolisian juga terus mengedepankan edukasi kepada masyarakat agar penyalahgunaan dapat dicegah sejak dini.
Peringatan HANI 2026 di Kota Tasikmalaya menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, BNN, aparat keamanan, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, keluarga, hingga masyarakat luas diharapkan terus memperkuat kolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
“Dengan kebersamaan dan komitmen seluruh elemen masyarakat, kita dapat mewujudkan Kota Tasikmalaya yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, sekaligus menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan berkualitas bagi generasi mendatang. “Pungkas Ade Hendar.
(Rizal).






